![]() |
Ketua Umum Panitia GBF 2025, Fatkhurohman Wahid, SH, menegaskan bahwa tahun ini merupakan momentum spesial, karena menjadi pelaksanaan ke-25 sejak pertama kali digelar. Ia optimistis GBF tahun ini akan lebih berkualitas dari sebelumnya.
“Ini momen ke-25. Harus ada peningkatan kualitas, baik dari sisi acara, pengelolaan, maupun pelayanan,” ujar pria yang akrab disapa Bung Omang itu.
Fatkhurohman juga menyampaikan bahwa berbagai masukan dan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya telah menjadi dasar penyempurnaan. Ia menegaskan keterbukaannya terhadap kritik demi perbaikan panitia secara menyeluruh.
“Saya tidak alergi kritik. Justru kritik itu penting. Tugas saya adalah menjaga objektivitas karena jabatan ini adalah amanah,” tegasnya.
![]() |
“Kita tidak boleh sembarangan. Harus efisien dan transparan. Setiap pemasukan dan pengeluaran harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Brebes atas dukungan penuh terhadap acara ini. Namun demikian, Bung Omang menegaskan bahwa ia melarang keras segala bentuk perjudian selama pelaksanaan GBF.
“Saya minta tim keamanan untuk sigap. Petakan potensi rawan, lakukan patroli, dan pantau terus aktivitas di lapangan,” pesannya.
Dalam rapat pleno tersebut, para penasehat GBF turut menyampaikan pandangan strategis untuk mendukung kesuksesan acara. Salah satunya, H. Nur Endro, SH, yang mengingatkan agar panitia benar-benar tertib dalam penggunaan anggaran.
“Karena ini juga disupport pemerintah, maka pengelolaan keuangan harus rapi dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Penasehat lainnya, Drh. Agus Sutrisno, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas berbasis kinerja, guna menjaga kepercayaan publik dan para mitra.
“Panitia harus jaga kepercayaan mitra dan masyarakat. Jangan sampai ada celah yang bisa mencoreng nama baik acara ini,” katanya.
Sementara itu, H. Abdul Karim Nagib mengajak seluruh panitia untuk tetap solid dan bekerja dengan semangat kebersamaan.
“Kerja sesuai bidang. Kalau ada kabar miring, jawab dengan prestasi,” tuturnya.
Senada dengan itu, Slamet Riyadi, SH, MH, juga berpesan agar seluruh panitia tidak mudah goyah oleh isu negatif.
“Fokus saja pada kegiatan. Tetap kompak dan jangan saling curiga,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang semakin matang dan semangat kolaboratif dari seluruh unsur, GBF 2025 diharapkan akan menjadi momen kebanggaan masyarakat Bumiayu dan sekitarnya, sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal melalui partisipasi UMKM serta sektor kreatif lainnya.
( Rizal Sismoro)