![]() |
Tuk Sirah dikenal sebagai sumber mata air alami dengan kejernihan yang tetap terjaga, dikelilingi rindangnya hutan pinus. Lingkungan yang asri dan tenang membuat tempat ini menjadi pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota.
Saat berbagai tempat wisata mulai ramai menjelang liburan panjang, Tuk Sirah menghadirkan pengalaman yang lebih damai. Udara sejuk pegunungan, air yang jernih, serta nuansa alam yang masih terpelihara menjadi daya tarik utamanya. Lokasinya juga mudah dijangkau dari jalur utama selatan Brebes.
Harga tiket menjadi alasan lain yang membuat Tuk Sirah semakin diminati. Tiket masuk hanya Rp10.000 per orang. Pengunjung yang ingin menikmati kolam renang cukup menambah Rp5.000, sementara kegiatan memberi makan ikan di kolam terapi hanya dikenakan Rp2.000. Tarif yang ramah di kantong ini banyak menarik minat wisatawan keluarga.
Beragam fasilitas tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung, seperti kolam renang anak, café kopi, gazebo santai, karaoke, musala, kolam terapi ikan, hingga area bermain air. Keindahan alam yang terjaga juga membuat kawasan ini menjadi latar favorit untuk berfoto.
Tuk Sirah mulai digarap sejak 2022. Sebelumnya, kawasan ini hanyalah lahan semak yang kurang terawat. Namun melalui kerja sama antara pengelola wisata Bagus Handoko bersama Karang Taruna setempat dan Perhutani KPH Pekalongan Barat, tempat ini berubah total menjadi destinasi yang nyaman dan layak dikunjungi.
Bagus Handoko menyampaikan bahwa pada awalnya kondisi Tuk Sirah sangat memprihatinkan. Melalui kerja bersama dan penataan bertahap, kawasan ini kini berkembang menjadi salah satu titik wisata alam yang mulai dikenal di Brebes bagian selatan. Fasilitas dan spot swafoto terus ditingkatkan, namun tetap mempertahankan kesan alami sebagai ciri khasnya.
Kehadiran Tuk Sirah memberikan dampak ekonomi yang terasa bagi warga sekitar. Berbagai pelaku usaha seperti pedagang makanan, jasa parkir, penjual pakan ikan, hingga UMKM lokal turut merasakan peningkatan pendapatan dari ramainya kunjungan wisatawan. Pada musim libur panjang, perputaran ekonomi warga semakin menggeliat.
Libur Nataru sering dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, beristirahat, sekaligus menyusun rencana baru. Suasana sejuk dan ketenangan alam di Tuk Sirah menjadikannya tempat yang cocok untuk melepaskan penat jelang pergantian tahun.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan yang ada, pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Di tengah banyaknya pilihan wisata modern, Tuk Sirah Pemali Winduaji mengingatkan bahwa pesona alam sederhana dapat memberikan kesan yang tak kalah berharga. Air yang bening, udara pegunungan yang segar, dan harga yang terjangkau menjadikan Tuk Sirah pilihan tepat untuk libur akhir tahun.
Menjelang Nataru 2025–2026, Tuk Sirah layak masuk daftar destinasi keluarga. Liburan tidak harus jauh—yang penting memberi pengalaman berarti. Tuk Sirah menawarkan semuanya.***

