Pembangunan Jembatan Garuda Bantarkawung Dimulai, Solusi Akses Warga dan Dorong Ekonomi Desa

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES |Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Bantarkawung resmi dimulai melalui kegiatan peletakan batu pertama pada Selasa (31/3/2026). Jembatan ini akan menjadi penghubung vital antara Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung.

Dengan panjang sekitar 70 meter dan lebar 120 sentimeter, jembatan tersebut dirancang untuk mempermudah mobilitas warga yang selama ini terkendala akses. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh menuju pusat Kecamatan Bantarkawung maupun Bumiayu.

Kepala Desa Bangbayang, Ahmad Faizin, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan harapan lama masyarakat yang akhirnya terealisasi. Ia menuturkan, sebanyak 62 kepala keluarga di desanya selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama bagi pelajar dan petani.

“Jembatan ini akan sangat membantu anak-anak sekolah dan mempermudah petani dalam membawa hasil panen,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Bantarkawung, Ahmad Rivai, S.Pd. Ia menilai keberadaan jembatan akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi warga di desanya yang dihuni 38 kepala keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Bangbayang Koptu Cakra dan Babinsa Desa Bantarkawung Pelda Aris Pangestu turut hadir dan siap mengawal proses pembangunan agar berjalan aman dan lancar.

Camat Bantarkawung, Wartoid, S.IP., M.Si., mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, TNI, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jembatan ini diharapkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah serta memperlancar distribusi hasil pertanian warga,” tegasnya.

Pembangunan ini juga disambut antusias oleh warga. Lasmi (65), warga Desa Bantarkawung, mengaku bersyukur atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut.

“Semoga cepat selesai dan bisa segera kami gunakan,” ucapnya.

Ungkapan serupa disampaikan Marpuah (60), yang berharap jembatan tersebut dapat menunjang aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak sekolah.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat kini menaruh harapan besar agar Jembatan Garuda segera rampung dan menjadi simbol kemajuan serta peningkatan kesejahteraan di wilayah Bantarkawung dan sekitarnya.***
close