![]() |
Musibah longsor ini terjadi pada Selasa (11/3/2025) pukul 10.00 WIB, ketika sebuah tebing setinggi 100 meter dengan panjang 300 meter mengalami longsor hebat. Material longsoran tidak hanya menimbun sebagian besar area persawahan di bawahnya tetapi juga menutup aliran Sungai.
Saat kejadian, Wutuh tengah berada di sawahnya dan tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan diri. Longsor yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan dirinya tertimbun material tanah dalam hitungan detik.
Operasi pencarian korban dimulai pada Rabu (12/3/2025) pukul 07.30 WIB oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai pihak, di antaranya Anggota Koramil Tonjong, Anggota/Bhabinkamtibmas Polsek Tonjong, Kasi Trantib/Pol PP Kecamatan Tonjong, Basarnas, BPBD Kabupaten Brebes, Kepala Desa dan Perangkat Desa Galuhtimur, Relawan dan Warga masyarakat sekitar
Tim pencari menghadapi tantangan berat karena kondisi medan yang sulit dan tanah yang masih labil. Penggunaan alat berat belum memungkinkan karena risiko longsor susulan. Oleh karena itu, pencarian dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop.
Akhirnya, pada pukul 08.55 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah tidak jauh dari gubuknya. Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di rumah anaknya di Dukuh Tiong, Desa Galuhtimur.
Tak lama setelah proses evakuasi, Wakil Bupati Brebes, Wurja SE., bersama Kasdim tiba di lokasi untuk bertemu dengan keluarga korban serta meninjau area terdampak longsor.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa di wilayah rawan longsor tersebut. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya longsor serta upaya pencegahan perlu ditingkatkan agar risiko korban jiwa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Seluruh proses pencarian dan evakuasi berlangsung lancar, aman, dan kondusif berkat kerja sama semua pihak yang terlibat. ( Rizal S )

