![]() |
Wakil Bupati Brebes Wurja SE, saat memberikan sambutan acara tersebut. |
“Bantuan ini bukan sekadar uang, melainkan bentuk kepercayaan dan dukungan agar para penerima bisa lebih mandiri dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Wurja, bantuan dari Baznas diharapkan menjadi titik awal perubahan kehidupan masyarakat. Ia optimistis bahwa dengan semangat dan tekad kuat, bantuan modal tersebut bisa berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Brebes.
“Mari dukung gerakan zakat, infak, dan sedekah. Karena di sana ada harapan yang tumbuh, ada ekonomi yang bergerak, dan ada keluarga yang lebih percaya diri menghadapi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji menyampaikan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari berbagai program Baznas yang telah dilaksanakan demi meningkatkan kesejahteraan umat. Selain bantuan modal, Baznas juga memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan paket sembako dengan target 15.000 penerima dalam setahun.
“Untuk tahun 2025, total mustahik penerima bantuan modal usaha produktif di seluruh Jawa Tengah sebanyak 3.500 orang. Di Brebes dan Pemalang sendiri ada 63 orang yang menerima bantuan masing-masing Rp2,5 juta,” jelasnya.
KH Ahmad menambahkan bahwa Baznas juga memiliki program konsumtif seperti bantuan bagi korban bencana, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan dukungan untuk penyandang disabilitas. Pada tahun 2024, penerimaan Baznas Jateng mencapai Rp102 miliar, dan ditargetkan meningkat menjadi Rp110 miliar pada 2025.
Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng, Woro Boedisayekti, turut mengapresiasi komitmen Baznas dalam mendukung program pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Ia berharap kolaborasi semacam ini terus berjalan dan memberi dampak positif yang luas bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen dan kontribusi nyata Baznas Jateng dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara Baznas, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
( Rizal.S)