![]() |
Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini sempat menghambat lalu lintas menuju kawasan wisata selama beberapa jam.
Para sopir menyuarakan keberatan terhadap kebijakan ODOL yang dinilai memberatkan pelaku usaha transportasi kecil, terutama di wilayah pegunungan seperti Brebes Selatan.
Teguh, koordinator aksi, mengatakan bahwa pelarangan kendaraan dengan muatan berlebih justru menambah beban biaya operasional. “Kalau muatan tidak dilebihkan, ongkos angkut barang tidak cukup,” ujarnya.
![]() |
Negosiasi yang dilakukan antara pihak kepolisian dan perwakilan sopir akhirnya membuahkan hasil, dan massa membubarkan diri dengan damai.
Aksi ini menunjukkan kekhawatiran para sopir angkutan terhadap dampak nyata dari penerapan RUU ODOL, yang dinilai belum mempertimbangkan kondisi geografis dan ekonomi di daerah seperti Brebes Selatan.