![]() |
Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., Dirut Agrinas Pangan Kementan RI, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achirudin Darojat,S.E., Jajaran Assiten Kasad, Kapolda Jawa Tengah, Danrem 071/Wijayakusuma, Dandim 0713/Brebes, Bupati Brebes, Kapolres Brebes, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Kepala Terminal Tipe C Agus Salim, Kepala Desa Legok, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyambut momen bersejarah tersebut.
Sistem pengairan yang dibangun di lahan pertanian seluas sekitar 120 hektare ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dan TNI AD untuk menjaga produktivitas petani, khususnya pada musim kemarau. Desa Legok digadang menjadi desa percontohan pertanian modern di wilayah selatan Brebes.
![]() |
“TNI AD akan terus hadir membantu rakyat, termasuk dalam pembangunan pengairan yang sangat vital untuk pertanian. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan sistem pengairan ini akan mempermudah petani dalam mengelola lahan, bahkan di musim kemarau. Dengan demikian, petani tetap bisa panen dan terbebas dari risiko gagal tanam akibat kekeringan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan pertanian, terutama untuk menjaga kontinuitas produksi pangan.
“Dengan pengairan yang optimal, produktivitas petani akan meningkat. Ini adalah bentuk pelayanan langsung pemerintah kepada masyarakat yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah provinsi, hingga tokoh masyarakat yang ikut mendukung terwujudnya pengairan pertanian ini.
“Kami bersyukur karena Desa Legok kini menjadi perhatian utama pembangunan. Infrastruktur ini sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menekan angka kemiskinan serta stunting di pedesaan,” tutur Bupati.
Peresmian dihadiri langsung oleh Kasad, didampingi Gubernur, Bupati, serta tokoh masyarakat. Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi dan dialog dengan petani.
Masyarakat berharap program serupa dapat dilanjutkan di desa lain agar pemerataan pembangunan sektor pertanian semakin merata di Kabupaten Brebes. Pungkasnya.
( Rizal Sismoro)


