Festival Domba Sakub: Sejarah Panjang & Nilai Ekonomi Domba Asal Brebes

 

Festival Domba Sakub Piala Bupati Brebes, ajang melestarikan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi ternak lokal
HARIANBUMIAYU.COM, Brebes - Kabupaten Brebes terus membuktikan diri sebagai daerah dengan komoditas unggulan di sektor peternakan. Setelah sebelumnya dikenal dengan Sapi Jabres (Jawa Brebes), kini giliran Domba Sakub yang tampil menjadi ikon baru.

Momentum perayaan HUT RI ke-80 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Brebes untuk menggelar Festival Domba Sakub Piala Bupati Brebes di kawasan wisata Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Ismu Subroto, menjelaskan bahwa Domba Sakub bukan sekadar hewan ternak biasa, melainkan memiliki sejarah panjang dan ikatan erat dengan masyarakat Brebes, khususnya di kawasan Wanareja, Sirampog, dan Pandansari Paguyangan.

“Domba Sakub pertama kali berkembang di sekitar kebun teh Kaligua. Awalnya hanya domba peliharaan biasa, tetapi melalui perkawinan silang dan seleksi alami, lahirlah domba tangguh dengan ciri khas tanduk melingkar dan tubuh gagah. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Domba Sakub,” ungkap Ismu.

Domba Sakub, ikon baru Kabupaten Brebes yang kini jadi primadona kontes dan komoditas bernilai tinggi
Menurut kajian para peneliti Pusat Riset Peternakan ORPP BRIN, Domba Sakub merupakan hasil persilangan Texel, Merino, Sulfok, dan domba lokal.

Penelitian terus dilakukan bekerja sama dengan DPKH Brebes untuk memastikan garis keturunan serta karakteristik genetiknya.

Nama “Sakub” sendiri diambil dari nama puncak tertinggi di Kaligua pada ketinggian 2.050 mdpl. Harapannya, domba ini dapat mengangkat tinggi nama Kabupaten Brebes di tingkat nasional dengan slogan:

“Domba Sakub dari Brebes untuk Indonesia.”

Ciri khas Domba Sakub: tubuh gagah, tanduk melingkar, dan nilai jual yang fantastis.”
Domba Sakub kini menjadi komoditas bernilai ekonomi besar. Harga seekor Domba Sakub yang gagah, sehat, dan bertanduk besar bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Untuk domba juara kontes, nilainya bahkan bisa menembus ratusan juta rupiah, menjadikannya simbol prestise sekaligus kebanggaan pemilik.

Permintaan datang tidak hanya dari Brebes, melainkan juga dari Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jabodetabek. Banyak kolektor, pejabat daerah, hingga pengusaha memburu Domba Sakub sebagai hewan hobi sekaligus status sosial.

Selain menjadi primadona kontes, Domba Sakub juga berpotensi sebagai penghasil daging unggulan berkat ukuran tubuh besar dan bobot karkas tinggi.

Keberadaan Domba Sakub membuktikan bahwa hewan ternak bisa menjadi aset budaya, simbol identitas daerah, sekaligus sumber penghidupan bagi banyak kalangan.

Mulai dari peternak kecil, pegiat wisata, hingga pelaku usaha besar dapat merasakan manfaat ekonomi dari domba khas Brebes ini.

Dengan Festival Domba Sakub yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-80, Brebes meneguhkan diri bukan hanya sebagai Kota Bawang, tetapi juga sebagai Kabupaten dengan kekayaan ternak unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional.***