![]() |
Bendungan yang terletak di Desa Kalisumur tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dan terhubung dengan saluran irigasi sepanjang 7 kilometer. Kerusakan bendungan menyebabkan aliran air dari Sungai Kalisumur ke lahan pertanian terhenti, membuat para petani kesulitan mendapatkan pasokan air, terutama saat musim kemarau.
Warga Desa Kalinusu Aang Khunaefi menyampaikan pentingnya perbaikan segera bendungan tersebut.
“Bendungan Notog sudah tidak bisa difungsikan sejak 2016. Akibatnya, saluran irigasi yang mengairi sawah di Desa Kalinusu dan beberapa wilayah lain di Kecamatan Bumiayu tidak lagi berjalan optimal,” ujar Aang, Minggu (28/9/2025).
![]() |
“Bendungan ini menjadi sumber air utama bagi petani. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya petani yang dirugikan, tetapi juga ketahanan pangan di daerah ini bisa terancam,” tambahnya.
Petani di Desa Kalinusu mengandalkan Bendungan Notog untuk mengairi sawah, terutama pada musim kemarau. Tanpa aliran air yang stabil, produksi padi di kawasan Bumiayu, yang dikenal sebagai salah satu sentra pangan Kabupaten Brebes, terancam menurun.
![]() |
“Kami sudah lama berharap ada perbaikan. Air dari bendungan ini adalah urat nadi bagi sawah kami,” kata seorang petani setempat.***



