![]() |
Bupati Paramitha menegaskan pentingnya peran FKUB sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di daerah.
“Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang cinta damai, cinta tanah air, dan cinta kepada sesama. Sudah sepatutnya aspirasi disampaikan dengan baik. Apalagi bapak ibu adalah tokoh panutan, ucapan dan sikap bapak ibu pasti diikuti masyarakat,” ungkap Paramitha.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kiprah FKUB Brebes yang selama ini menjadi wadah dialog sekaligus garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
![]() |
Bupati juga berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi arus informasi di era digital. “Mari kita selalu waspada dan jangan mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah,” pesannya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Brebes Supriyono menjelaskan bahwa FKUB bukanlah organisasi massa, melainkan forum yang dibentuk berdasarkan regulasi Kementerian Dalam Negeri, dengan anggota sebanyak 17 orang dari berbagai unsur agama.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, FKUB kerap menjadi penengah dalam konflik, baik internal maupun eksternal umat beragama.
![]() |
Supriyono juga menyoroti persoalan pemakaman bagi warga penganut agama maupun kepercayaan tertentu. Ia mengusulkan agar Pemkab Brebes bersama Kejaksaan dapat menyediakan areal pemakaman umum yang layak, termasuk fasilitas jalan dan infrastruktur pendukungnya.
Kegiatan halaqah tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Kementerian Agama, para tokoh lintas agama, serta pimpinan organisasi keagamaan di Kabupaten Brebes.
Acara berlangsung khidmat sekaligus menjadi ruang dialog terbuka untuk memperkuat komitmen bersama menjaga kerukunan umat beragama di Brebes. Pungkasnya.***



