HARIANBUMIAYU.COM, BREBES – Ratusan warga Desa Tebongraja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, menggelar aksi penggalangan dana dan material untuk perbaikan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Salem menuju Tebongraja, Minggu (21/9/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap lambannya perbaikan jalan rusak yang sudah lama dikeluhkan.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Tegalgede ini diikuti sekitar 200 warga. Mereka bersepakat memperbaiki jalan secara swadaya dengan rencana pengecoran sepanjang 230 meter dengan lebar 4 meter. Anggaran yang dibutuhkan ditaksir mencapai Rp200 juta.
 |
| Warga Geram, Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan |
Dalam penyampaian aspirasi, Penjabat Kepala Desa bersama perwakilan warga menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah sudah sering memicu kecelakaan, terutama pengendara sepeda motor saat musim hujan.
“Kami sudah sering dijanjikan perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Apakah kami harus demo ke Brebes?” ungkap salah satu warga dalam pernyataan sikapnya.
Meski begitu, warga tetap menunjukkan semangat kebersamaan. Mereka sepakat memperbaiki jalan secara gotong royong dengan dukungan penuh masyarakat setempat.
Upaya warga juga mendapat dukungan dari beberapa pihak, di antaranya anggota Komisi VII DPRD Provinsi Jateng, Orizah Santifa, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Heru Irawanto. Keduanya turut berperan dalam meredam rencana aksi demonstrasi warga ke Kantor Pemkab Brebes, dengan mendorong solusi swadaya masyarakat sambil tetap mengawal aspirasi tersebut di tingkat pemerintahan.
“Alhamdulillah berkat pendekatan dan kebersamaan, masyarakat akhirnya memilih gotong royong memperbaiki jalan, sambil terus berharap agar perbaikan jalan sepanjang 6 km bisa segera menjadi perhatian pemerintah daerah,” jelas salah satu tokoh masyarakat.
Dari informasi yang dihimpun, sebenarnya Pemkab Brebes sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut pada tahun 2025. Namun hingga kini proyek belum terealisasi, sehingga memicu kekecewaan warga.
Kegiatan penggalangan dana berjalan aman, lancar, dan kondusif. Warga berharap langkah swadaya ini menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah agar segera menindaklanjuti kerusakan jalan yang membentang sepanjang kurang lebih 6 kilometer tersebut.***