Lewat Ceramah Kebangsaan, Dandim Brebes Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Radikalisme

BREBES – Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Korem 071/Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mewaspadai masuknya paham radikalisme. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Halaqah Kebangsaan yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes di Grand Dian Hotel Brebes, Jawa Tengah, Rabu (1/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, perwakilan pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga organisasi masyarakat. Halaqah Kebangsaan bertujuan memperkuat pemahaman kebangsaan, mendorong toleransi, dan mengantisipasi munculnya paham radikal yang dapat memecah belah persatuan. 

“Radikalisme muncul ketika ada kelompok yang mengklaim hanya mereka yang paling benar dalam memahami ajaran agama, hingga merasa memiliki otoritas untuk menghakimi bahkan membenarkan tindakan kekerasan seperti bom dan pembantaian,”  tegas Letkol Inf Sapto Broto dalam ceramah bertema “Menolak Paham Radikalisme”.

Dandim Brebes menjelaskan, radikalisme adalah tindakan yang ingin mengubah tatanan secara cepat dan keras, bahkan dengan cara brutal, tanpa menghargai aturan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, radikalisme sering tumbuh subur akibat kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, dan perasaan terpinggirkan atau termarjinalkan. “Semakin orang berpendidikan, semakin kritis cara berpikirnya. Sebaliknya, orang yang merasa terpinggirkan lebih mudah dipengaruhi dan dimanfaatkan oleh paham radikal,” ujarnya.

Untuk mencegah paham radikal, lanjut Dandim, diperlukan rasa persaudaraan yang kuat, saling menghargai perbedaan, dan memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. 

“Suku, ras, agama, budaya, dan adat istiadat adalah kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Kita harus tetap rukun, damai, dan saling menghormati. Sinergi semua pihak adalah kunci untuk menjaga persatuan bangsa,”  kata Sapto Broto.

Dandim juga berharap para ulama di Brebes dapat terus mengedukasi umat melalui pendekatan humanis dan dialog yang sejuk agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ajaran radikal. “Ulama memiliki peran penting karena lebih didengar oleh jemaahnya. Generasi muda juga harus dibekali pemahaman tentang bahaya radikalisme agar tidak mudah dimasuki ajaran yang keras dan memecah belah,” imbuhnya.

Ketua MUI Kabupaten Brebes yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas dukungan TNI, khususnya Kodim 0713 Brebes, yang terus terlibat dalam mengawal keamanan dan ketahanan sosial masyarakat.

Halaqah Kebangsaan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan memperkokoh fondasi persatuan di Kabupaten Brebes, sehingga daerah ini tetap kondusif dan terhindar dari pengaruh paham-paham yang mengancam keutuhan bangsa.

“Semoga paham radikalisme tidak tumbuh di Brebes. Dengan adanya Halaqah Kebangsaan ini, kita berupaya menjaga harmoni, persatuan, dan keamanan masyarakat,” tandas Dandim Brebes.

close