![]() |
Banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Brebes bagian selatan sejak pukul 14.30 hingga 17.00 WIB. Air meluap dari saluran drainase dan masuk ke permukiman warga di Desa Kalierang, serta menutup akses Jalan Nasional Bumiayu–Bantarkawung.
“Air tiba-tiba naik cepat hingga sebatas betis, arusnya sangat deras dan menyeret sepeda motor. Banyak warga berteduh di teras toko karena takut terseret arus,” kata salah satu warga setempat.
Korban diketahui bernama Haikal Alfi (27), warga RT 07 RW 02 Desa Kalierang. Berdasarkan keterangan saksi, korban tersengat listrik saat berusaha menengok rumah kakeknya bersama dua temannya, Adi dan Ade.
![]() |
“Teman-temannya juga sempat kesetrum tapi masih sadar. Saat menoleh, Haikal sudah tidak terlihat, diduga hanyut,” ungkap salah satu saksi di lokasi.
Pencarian korban dilakukan oleh warga dan relawan. Setelah sekitar tiga jam pencarian, korban ditemukan di aliran sungai kecil tidak jauh dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Bumiayu untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, melalui Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto, SE, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Benar, korban atas nama Haikal Alfi tersengat listrik dan hanyut ke sungai kecil. Ditemukan sekitar pukul 20.30 WIB tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujar AKP Edi Mardiyanto.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat banjir, terutama dengan risiko aliran listrik yang masih aktif.
“Kami imbau warga agar segera mematikan listrik ketika air mulai masuk ke rumah atau lingkungan. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tegasnya.
Banjir di kawasan Bumiayu ini juga disebabkan oleh buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air tinggi. Pemerintah daerah diminta segera melakukan evaluasi dan memperkuat upaya mitigasi bencana, mengingat wilayah Brebes selatan termasuk daerah rawan banjir bandang. Pungkasnya. ***


