![]() |
Dalam sambutannya, Bupati Paramitha mengapresiasi pelatihan tersebut yang dinilai sangat relevan dengan isu lingkungan masa kini. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
“Kehadiran kita hari ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas besar dalam membangun kesadaran lingkungan dan perilaku hidup berkelanjutan,” ujarnya.
Paramitha juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Brebes yang terus menunjukkan komitmen dalam program pemberdayaan umat, termasuk implementasi Eco Pesantren yang selaras dengan program unggulan pemerintah Mberesi Sampah.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu dengan pembiasaan pemilahan sampah organik dan nonorganik serta penerapan perilaku ramah lingkungan di pesantren.
![]() |
Lebih lanjut, Bupati Paramitha menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam memastikan keberhasilan program lingkungan di Brebes.
Ketua BAZNAS Brebes, Abdul Haris, menjelaskan bahwa pelatihan Eco Pesantren dirancang agar pengurus pesantren memahami cara mengolah sampah menjadi sumber ekonomi produktif. Menurutnya, konsep Eco Pesantren tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang bermanfaat bagi pesantren.
“Eco Pesantren diharapkan mampu mengelola sampah dan menghasilkan nilai ekonomi yang menguntungkan, sekaligus mempererat ukhuwah antar pengasuh pesantren dan mengoptimalkan forum komunikasi yang menjadi mitra pemerintah daerah dalam program Brebes Beres,” jelas Haris.
Pelatihan dilaksanakan di dua lokasi. Setelah sesi pembukaan dan teori di Islamic Center, peserta melanjutkan praktik lapangan di Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin, Cilacap. Dalam praktik tersebut, peserta mempelajari pengolahan sampah menjadi maggot untuk pakan ternak, pemanfaatan sisa ternak untuk ikan, hingga penggunaan air kolam sebagai pupuk organik.
Pada kesempatan itu, Bupati Brebes menyerahkan bantuan pelatihan ekonomi produktif Eco Pesantren senilai Rp76 juta serta memberikan bonus bagi pemenang lomba MTQ melalui program pendidikan BAZNAS Brebes. Acara juga dihadiri jajaran Forkopimda, kepala instansi vertikal, pimpinan perbankan, dan para kepala OPD Kabupaten Brebes.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap pesantren dapat menjadi pusat edukasi lingkungan dan motor penggerak dalam menciptakan ekosistem hijau yang sehat dan berkelanjutan.***


