![]() |
Dalam paparannya, Eki Ramadhani menjelaskan pentingnya peran pelajar dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang terstruktur, mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga pemanfaatan bank sampah sebagai edukasi sekaligus pemberdayaan ekonomi.
“Generasi muda adalah ujung tombak perubahan. Bank sampah bukan hanya menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga mengajarkan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan,” tegasnya.
![]() |
“Kami berkomitmen menjadikan sekolah ini sebagai ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa mampu menerapkan ilmu pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab serta demonstrasi teknis pemilahan sampah. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar cara mengelola sampah rumah tangga, nilai ekonomis sampah terpilah, hingga peluang pengembangan bank sampah di tingkat kelas maupun organisasi siswa.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, SMK Ma’arif NU Paguyangan berharap kesadaran lingkungan di kalangan pelajar semakin meningkat dan bank sampah sekolah dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah Paguyangan.***

