![]() |
Kepala Desa Wanatirta, Darto, SH, saat dikonfirmasi Kamis (6/11/2025) mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung lama dan berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).
“Jalan kabupaten mulai dari Dukuh Kubang Kedawung kondisinya sudah rusak parah. Kami sudah usulkan dalam Musrenbangcam, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Darto.
Menurutnya, jalur tersebut sangat vital karena menjadi jalur alternatif penghubung Desa Winduaji melalui Warung Gintung, Kalisalak, Kedawung hingga Wanatirta, terutama ketika terjadi kemacetan di jalur utama Paguyangan–Bumiayu.
“Jalan ini poros penting. Kalau jalur utama macet, kendaraan bisa lewat sini. Tapi karena rusak, warga jadi enggan melintas. Kami berharap Dinas PU segera turun tangan,” imbuhnya.
Selain kondisi jalan utama, Darto juga menyoroti usulan pembangunan talud makam Dukuh Kubang Kalisalak yang diajukan sejak Maret dan Oktober 2025 namun hingga kini belum terealisasi.
“Kami harap jalan dan fasilitas pendukung lain segera diperbaiki agar masyarakat nyaman berkendara, terutama saat malam hari,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Paguyangan Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut., menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah menindaklanjuti instruksi Pemerintah Kabupaten Brebes terkait pendataan jalan rusak agar dapat diakomodir dalam program perbaikan tahun 2026.
Kepala UPTD PU Bumiayu, Sri Hartanti, SIP, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan survei lapangan terhadap ruas jalan tersebut.
“Hasil survei sudah kami laporkan ke Dinas PU Kabupaten Brebes untuk mendapat perhatian dan diusulkan dalam program perbaikan tahun mendatang,” jelasnya.
Warga kini berharap agar laporan tersebut tidak hanya berhenti di meja birokrasi, namun benar-benar ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan, mengingat kondisi jalan yang semakin membahayakan pengendara, terutama saat hujan dan malam hari.***
