![]() |
Ketua Relawan Shanty Alda Nathalia, Djarot (Slamet Maryoko), selaku koordinator lapangan, memastikan proses distribusi bantuan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Bantuan ini merupakan inisiatif Ibu Shanty Alda Nathalia untuk membantu penanganan abrasi di pantai Brebes. Kami hanya memastikan agar distribusi dan pemasangannya berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Djarot.
Setelah diterima pemerintah desa, biobag dan pompa hisap langsung dipasang di titik-titik rawan abrasi bersama perangkat Desa Randusanga Wetan, BPD, relawan, serta masyarakat. Penempatan difokuskan pada area yang selama ini paling sering tergerus gelombang.
![]() |
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga dan perusahaan. Banyak pihak berminat memberikan kontribusi untuk penyelamatan lingkungan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses bantuan dilaksanakan secara transparan, tanpa klaim sepihak dari pihak mana pun.
“Kami ingin menjaga transparansi. Bantuan ini murni dari Ibu Shanty, dan tugas kami memastikan semuanya tersalurkan dengan baik,” tegasnya.
Menurut Djarot, penanganan abrasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, relawan, masyarakat, dan perusahaan swasta agar tercipta pertahanan pantai yang berkelanjutan.
“Langkah ini mungkin kecil, tetapi sangat penting untuk memperkuat upaya besar menyelamatkan pesisir Brebes,” pungkasnya.***

