![]() |
Peninjauan dimulai dari SDN 04 Supiturang, salah satu titik utama pengungsian warga. Di lokasi tersebut, personel TNI bersama instansi terkait memeriksa kesiapan layanan kesehatan, logistik harian, fasilitas kelompok rentan, serta ketersediaan sarana pengungsian. Prajurit juga membantu pengamanan area, mobilitas warga, dan penataan jalur evakuasi agar tetap aman digunakan.
Sebagai langkah nyata dukungan kemanusiaan, TNI menyalurkan 19 item bantuan, termasuk selimut, perlengkapan balita, pakaian anak, kebutuhan mandi, sembako, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pemenuhan kebutuhan awal selama masa tanggap darurat.
![]() |
“TNI akan selalu hadir untuk rakyat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Sejak erupsi terjadi, kami langsung membantu evakuasi, pengamanan jalur, dan memastikan bantuan sampai ke masyarakat,” ujar Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir.
TNI menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terukur, dan penuh empati. Keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama. Mengingat aktivitas Semeru yang masih tinggi, prajurit terus disiagakan untuk mendukung langkah-langkah antisipasi.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan. TNI bekerja berdampingan dengan BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan serta memastikan seluruh proses berlangsung aman dan manusiawi.
Dengan respons cepat dan koordinasi kuat di lapangan, penanganan dampak erupsi Semeru diharapkan berlangsung efektif dan mampu memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh warga Lumajang yang terdampak.***


