![]() |
Jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter itu sudah lama rusak dan belum pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah. Melihat kondisi yang semakin parah, warga akhirnya mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara swadaya dan sukarela.
Mereka patungan membeli material seperti batu, pasir, dan semen, kemudian bergotong royong menambal jalan yang berlubang serta memperkuat bagian tebing yang rawan longsor.
![]() |
“Saya sangat bangga dengan kekompakan warga yang peduli memperbaiki jalan. Kondisi jalan ini memang sudah lama rusak parah. Kami sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan melalui Musrenbang desa dan kecamatan, termasuk pembangunan talud di makam Dukuh Kalisalak Kubang Kedawung, tetapi belum terealisasi,” ujar Darto.
Darto menegaskan, ruas jalan ini merupakan akses vital antar-dukuh, terutama bagi warga Warung Gintung dan Kedawung yang sehari-hari bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi.
![]() |
“Kami sudah ajukan beberapa kali. Kondisi paling parah ada di tebing sepanjang 100 meter yang sangat rawan ambles karena tanahnya labil. Kalau tidak segera ditangani, bisa berbahaya bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Tokoh masyarakat, Muhammad Ikbal, menilai jalan desa tersebut juga memiliki nilai strategis karena bisa menjadi jalur alternatif ketika jalan nasional macet.
![]() |
Beberapa warga juga menuturkan bahwa jalan berlubang dan bergelombang sering menyebabkan pengendara, terutama sepeda motor, terjatuh. Risiko itu meningkat pada malam hari karena minim penerangan jalan.
Masyarakat Desa Wanatirta berharap, aksi gotong royong ini dapat membuka mata pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan permanen terhadap infrastruktur jalan di wilayah mereka.
Selain memperlancar mobilitas warga, perbaikan jalan juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan memperkuat konektivitas antarwilayah di selatan Kabupaten Brebes.
“Kami hanya berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jalan ini penting bagi warga dan juga sebagai akses alternatif bagi pengguna dari luar desa,” pungkas Darto.***



