![]() |
Pembangunan jalan berupa rabat beton tersebut diharapkan menjadi akses utama bagi aktivitas UMKM yang akan digelar rutin setiap Minggu pagi. Konsep Sanmor sendiri telah terbukti sukses di sejumlah wilayah Kecamatan Bumiayu, seperti di kawasan Watujaran, Dukuh Karangdawa, Desa Laren, yang selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga sekaligus berburu kuliner khas desa.
Keberhasilan Sanmor Watujaran juga menginspirasi desa-desa lain. Belum lama ini, kegiatan serupa dibuka di depan Balai Desa Kalilangkap. Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga cukup tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan memanfaatkan momen Minggu pagi untuk berolahraga sambil menikmati suasana alam pedesaan dan membeli menu sarapan dari pelaku UMKM.
Kepala Desa Pamijen, Subhan Mauledi, SE, didampingi Sekretaris Desa M. Eko Amrullah, Senin (22/12), menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur desa ini merupakan bagian dari strategi meningkatkan pendapatan warga, khususnya pelaku UMKM.
“Saat ini kami fokus melakukan pembenahan lingkungan dan peningkatan kualitas jalan desa. Jalan ini nantinya akan digunakan sebagai lokasi kegiatan Sunday Morning, tempat UMKM warga menjajakan berbagai menu makanan khas desa,” ujar Subhan.
Ia menambahkan, menu yang disajikan para pedagang nantinya akan mengangkat kuliner tradisional yang kini mulai jarang ditemukan, dengan konsep makanan sehat dan minim lemak.
Lokasi Sanmor direncanakan berada di jalan tembus lingkar Lapangan Pamijen Sejen yang saat ini tengah dibangun rabat beton dengan panjang sekitar 304 meter dan lebar bervariasi antara 2,2 hingga 3 meter.
“Insyaallah pembangunan rabat beton ini dapat selesai dalam bulan ini, sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Dengan hadirnya Sanmor Pamijen, Pemerintah Desa berharap mampu menciptakan ruang ekonomi baru, meningkatkan perputaran uang di desa, serta menjadikan Pamijen sebagai salah satu tujuan aktivitas olahraga dan wisata kuliner warga Bumiayu dan sekitarnya.(r)

