Korwilcam Satpendik Paguyangan Bantah Kondisikan Guru Beli Tiket Konser Dewa 19 di Brebes

HARIANBUMIAYU.COM - BREBES - Koordinator Wilayah Kecamatan Satuan Pendidikan (Korwilcam Satpendik) Paguyangan, Kabupaten Brebes, menegaskan tidak pernah mengondisikan para guru untuk membeli tiket konser musik Dewa 19 yang digelar di Lapangan Karangbirahi, Brebes, pada Sabtu malam, 12 Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan Korwilcam Satpendik Paguyangan Ahmad Jawawi, S.Ag. saat ditemui media di kantornya, Senin (15/12/2025).

Menurut Jawawi, kabar yang beredar di media sosial terkait guru di Paguyangan membeli tiket konser menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak diketahuinya. Ia menegaskan bahwa regulasi penggunaan Dana BOS sudah sangat jelas peruntukannya.

“Kalau ada guru yang menonton konser musik Dewa 19 di Brebes, kemungkinan itu inisiatif pribadi dan menggunakan uang pribadi, bukan Dana BOS,” ujarnya.

Jawawi menambahkan, pada Sabtu (13/12/2025) dirinya dipanggil ke Brebes untuk dimintai klarifikasi terkait informasi tersebut.

“Saya jelaskan bahwa pihak Korwilcam Satpendik Paguyangan tidak pernah mengondisikan para guru untuk membeli tiket konser Dewa 19, apalagi menggunakan Dana BOS,” tegasnya.

Ia juga menilai tudingan tersebut tidak masuk akal. Jarak tempuh Paguyangan–Brebes sekitar dua jam, sementara konser digelar malam hari. Selain itu, mayoritas guru di Paguyangan berusia tidak muda lagi, sementara musik Dewa 19 cenderung diminati kalangan muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Sutaryono, S.H., M.Si., melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Aditya Perdana, S.E., M.Si., menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi pembelian tiket konser, terlebih menggunakan Dana BOS.

“Penggunaan Dana BOS untuk membeli tiket konser jelas dilarang. Jika ada guru yang terbukti menggunakan Dana BOS untuk itu, maka harus segera dikembalikan,” tegas Aditya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Aditya mengungkapkan, pihaknya pada Sabtu (13/12/2025) memang memanggil Korwilcam Satpendik Paguyangan untuk meminta klarifikasi atas isu tersebut.

“Pak Jawawi mengaku terkejut karena baru mendengar adanya informasi dugaan penyalahgunaan Dana BOS. Menurut pengakuannya, Korwilcam Satpendik Paguyangan tidak pernah mengondisikan pembelian tiket konser Dewa 19 menggunakan Dana BOS, dan tidak pernah memerintahkan para guru untuk menonton konser tersebut,” ungkapnya. (ALEX MT)
close