KPPKB Ingatkan Publik: Jangan Campuradukkan Forum Merah Putih dengan Perjuangan Pemekaran Brebes

Sekretaris Jenderal KPPKB, Agus Sutiono



HARIANBUMIAYU.COM, Bumiayu– Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes (KPPKB) akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kegiatan Forum Merah Putih yang digelar di Pendopo 2 Bumiayu pada Rabu malam, 31 Desember 2025.


Sekretaris Jenderal KPPKB, Agus Sutiono, menegaskan bahwa acara tersebut bukan bagian dari agenda resmi komite pemekaran, meskipun sempat memunculkan persepsi seolah-olah berkaitan langsung dengan perjuangan pembentukan daerah otonomi baru di Brebes selatan.


“Perlu kami tegaskan agar tidak terjadi bias informasi. Kegiatan di Pendopo 2 Bumiayu itu murni acara Forum Merah Putih dan tidak mewakili Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes,” ujar Agus dalam keterangan tertulis dikutip dari HarianMerdeka Minggu (21/12).


Menurut Agus, klarifikasi ini penting disampaikan karena belakangan muncul sejumlah pihak dan organisasi yang mengaitkan dirinya dengan gerakan pemekaran, bahkan mengklaim sebagai bagian atau underbow dari KPPKB.


Ia menekankan, setiap organisasi yang membawa nama perjuangan pemekaran Brebes wajib mematuhi prinsip akuntabilitas, terutama dalam hal pengelolaan dana. KPPKB, kata Agus, memiliki mekanisme resmi yang tidak bisa diabaikan.


“Setiap pemasukan dan pengeluaran dana atas nama perjuangan pemekaran harus melalui bendahara resmi KPPKB. Tidak bisa dikelola sendiri-sendiri tanpa kejelasan,” tegasnya.


Agus juga mengingatkan bahwa sejak awal berdiri, KPPKB berkomitmen menjaga fokus perjuangan pemekaran agar tidak ditunggangi kepentingan organisasi lain yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.


“Kami ingin gerakan pemekaran ini berjalan lurus, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun administrasi kepada publik,” katanya.


KPPKB berharap masyarakat dapat lebih kritis dalam menyikapi berbagai kegiatan yang mengatasnamakan pemekaran Brebes, sekaligus tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan.


“Klarifikasi ini kami sampaikan demi menjaga marwah perjuangan pemekaran Kabupaten Brebes,” pungkas Agus. (***)


close