![]() |
Ketua Panitia, Rofrian Rizaldi Basyar, membuka kegiatan dengan ajakan untuk terus menguatkan barisan LASQI di Kabupaten Brebes agar seni qasidah semakin berkembang dan dicintai masyarakat.
Ketua Aneska Nada Kabupaten Brebes, Sartono, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program pengadaan alat qasidah berstandar nasional untuk seluruh DPK. Ia menjelaskan bahwa mulai tahun depan, setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan peserta dalam lomba tingkat kabupaten sebagai bagian dari komitmen pembinaan terpadu.
“Ini bukti keseriusan kita. Seluruh kecamatan kini memiliki fasilitas standar nasional sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk tampil dan berkembang,” ujarnya.
Ia berharap momentum penyerahan alat ini menjadi titik awal meningkatnya kualitas latihan dan kegiatan seni religi di seluruh wilayah Brebes.
Pembina Aneska Nada Kabupaten Brebes, H. Sururul Fuad, Lc., M.E.I., memberikan apresiasi atas kerja keras pengurus LASQI yang selama dua tahun terakhir berhasil memperluas pembinaan hingga tingkat desa dan kecamatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seni qasidah mempunyai peran strategis dalam dakwah, edukasi, dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Qasidah bukan sekadar hiburan. Ia membawa pesan moral, nasihat, dan nilai perjuangan. Lewat syair yang baik, kita bisa menjaga kekompakan, menanamkan akhlak, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa LASQI Brebes telah menorehkan berbagai capaian, mulai dari festival, pembinaan berjenjang, hingga keterlibatan di tingkat nasional.
Suasana haru hadir ketika Ketua DPW LASQI Jawa Tengah, KMT Hj. Siti Maryani Setyaningtyas, SE., MM, memberikan sambutan. Dengan tegas ia menyatakan bahwa LASQI adalah organisasi dakwah dan pemberdayaan sosial, bukan arena politik.
“Tidak ada politik di sini. Kita satu tujuan: menyebarkan Islam melalui siaran dan syair. Dan tentu, kita juga mengangkat UMKM, karena dakwah dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan seiring,” tegasnya.
Ia memberi apresiasi besar kepada LASQI Brebes yang dianggap salah satu wilayah paling progresif di Jawa Tengah. Menurutnya, pengurus LASQI Brebes telah berhasil mengibarkan bendera organisasi hingga tingkat RT.
“Apa yang dilakukan Ketua Sartono dan Pembina H. Sururul Fuad sangat luar biasa. Brebes bahkan pernah menjadi juara 1 tingkat Jawa Tengah. Saya bangga, saya terharu, dan perjuangan ini membuat saya kuat,” ujarnya dengan suara bergetar.
Siti Maryani mengungkapkan bahwa kehadiran dan dukungan keluarga besar LASQI—khususnya Brebes dan Solo—menjadi dorongan besar baginya dalam menjalankan amanah.
“Tanpa cinta dan dukungan panjenengan semua, saya mungkin tidak akan berdiri di sini. Saya selalu menyempatkan hadir di setiap kecamatan karena menghargai perjuangan Bapak Ibu semua,” tambahnya.
Ia menutup sambutan dengan harapan agar LASQI Brebes terus melangkah ke jenjang provinsi, nasional, hingga internasional.
“Selama niat kita ibadah, Insyaallah LASQI akan semakin dikenal dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan resmi satu set alat hadroh kepada seluruh DPK. Momen ini menjadi tonggak pembinaan seni qasidah di tingkat kecamatan agar lebih aktif dan kompetitif.
LASQI Brebes juga mempersiapkan program lanjutan berupa pelatihan manajemen organisasi untuk pengurus DPD, DPK, hingga ranting, guna memperkuat tata kelola dan profesionalitas organisasi.
Selain penyerahan sarana, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus LASQI Kabupaten Brebes sebagai bagian dari konsolidasi kepengurusan.
Dengan seluruh rangkaian program yang berjalan, LASQI Brebes menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan seni islami, memperkokoh dakwah, dan memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya melalui musik religi.
LASQI berharap pembinaan yang kuat, fasilitas yang memadai, serta dukungan seluruh stakeholder dapat melahirkan lebih banyak talenta qasidah yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.***

