HARIANBUMIAYU.COM - Paguyangan - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Paguyangan sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musyker) I masa khidmat 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Nurul Huda NU Paguyangan pada Kamis, 25 Desember 2025 atau bertepatan dengan 4 Rajab 1447 H.
Musyker I ini mengusung tema “Berkhidmat Bermanfaat”, sebagai penegasan komitmen MWC NU Paguyangan dalam merumuskan program kerja yang aplikatif dan berdampak nyata bagi warga NU serta masyarakat luas.
Kegiatan diikuti oleh jajaran Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU, para pengurus lembaga, perwakilan pengurus Ranting NU se-Kecamatan Paguyangan, serta pimpinan Badan Otonom (Banom). Musyker bertujuan menyusun dan menetapkan program kerja prioritas selama masa kepengurusan, sesuai amanat AD/ART Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Brebes, KH Sholahudin Masruri, dalam sambutannya menekankan pentingnya adab dan akhlak dalam beragama, penguatan amaliyah NU, pelurusan sejarah perjuangan Islam di Brebes, serta peningkatan keterlibatan aktif kader dalam organisasi.
“NU harus dijalankan sebagai amanah untuk menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, bukan sekadar warisan. Khidmah di NU harus dilandasi keikhlasan dan kelegowoan,” ujar Gus Sholah, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk tidak ragu berkhidmah di tengah tantangan zaman. Menurutnya, keberadaan NU harus memberi manfaat nyata di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah.
Dalam Musyker tersebut, disepakati sejumlah program unggulan, di antaranya:
1. Saba Ranting, yakni program kunjungan dan pendampingan MWC NU ke tingkat ranting.
2. Penguatan ekonomi umat melalui pendirian BUMNU, koperasi, serta pengembangan UMKM.
3. Optimalisasi peran LAZISNU dan lembaga perekonomian NU dalam pelayanan sosial dan kemasyarakatan.
Sementara itu, Rais Syuriyah MWC NU Paguyangan, KH Mahrus Aly, menegaskan bahwa Musyker merupakan momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat soliditas kepengurusan.
“Soliditas pengurus adalah kunci utama agar setiap program yang telah disepakati dapat berjalan efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat,” ungkapnya.
Melalui Musyker I ini, MWC NU Paguyangan meneguhkan komitmen untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang adaptif, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah. (R)
( Kontribotur : Akmari Sekretaris MWC NU Paguyangan )