Talud Penahan Tebing Sungai Erang Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Jembatan di Ragatunjung Terancam

HARIANBUMIAYU.COM, Paguyangan - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (27/11/2025), menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur. Salah satu dampak paling mengkhawatirkan adalah ambruknya talud penahan tebing Sungai Erang di Dukuh Cibangkang, Desa Ragatunjung, sekitar pukul 16.00 WIB.

Talud yang runtuh memiliki panjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian sekitar lima meter. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran warga dan pengguna jalan karena lokasinya berada tidak jauh dari jembatan yang dibangun sekitar dua tahun lalu. Warga khawatir, apabila hujan deras kembali mengguyur dan memicu banjir susulan, arus Sungai Erang berpotensi menggerus abutmen jembatan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Diketahui, talud yang ambruk merupakan bangunan lama hasil swadaya masyarakat. Sementara itu, di lokasi yang sama terdapat talud baru milik Dinas Bina Marga yang dibangun pada tahun 2023 dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi kurang lebih empat meter. Warga menilai, apabila tidak segera dilakukan penanganan, kerusakan dikhawatirkan akan meluas hingga berdampak pada talud baru dan struktur jembatan.

Sejumlah material talud dilaporkan hancur dan terbawa arus Sungai Erang. Retakan pada bangunan sebenarnya telah terlihat sejak banjir bandang sehari sebelumnya, Jumat (26/11/2025), sebelum akhirnya runtuh lebih parah keesokan harinya.

“Awalnya hanya beberapa meter yang rusak, sekarang semakin melebar. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir kerusakan bertambah parah dan bisa berdampak langsung pada jembatan,” ujar salah satu aktivis Brebes Selatan, saat ditemui di Rumah Makan Kebun Lumpang, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait melalui sambungan telepon dan mendorong adanya peninjauan langsung ke lokasi talud penahan tebing Sungai Erang.

Kepala Desa Ragatunjung, Masduki, membenarkan kejadian tersebut. Ia berharap adanya perhatian serius dan penanganan cepat dari pihak berwenang, mengingat intensitas hujan masih tinggi.

“Kami berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan. Jika dibiarkan, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan berpotensi membahayakan jembatan serta keselamatan warga,” tegas Masduki.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Brebes, Hadi Siswoyo, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan serta memerintahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah setempat untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat maupun perbaikan permanen, guna mencegah kerusakan lanjutan dan menjamin keamanan masyarakat yang melintas di kawasan Sungai Erang, Desa Ragatunjung.(r)
close