OPINI: Januari dan Makna Hujan dalam Ingatan Kolektif

Ilustrasi( poto - Istemawa)
HARIANBUMIAYU.COM - OPINI - Bulan Januari sejak lama memiliki tempat tersendiri dalam ingatan masyarakat Indonesia. Para orang tua dan sesepuh kerap mengibaratkan Januari sebagai bulan hujan yang turun hampir setiap hari.

Ungkapan tersebut bukan sekadar gambaran cuaca, melainkan refleksi dari pengalaman panjang hidup yang menyatu dengan alam dan musim.

Secara klimatologis, Januari memang berada di puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Curah hujan yang tinggi menjadi fenomena tahunan yang berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari pertanian, aktivitas ekonomi, hingga pola sosial masyarakat.

Bagi petani, hujan Januari adalah harapan sekaligus tantangan: harapan akan kesuburan tanah, namun juga kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti banjir dan longsor.

Dalam perspektif budaya, hujan di bulan Januari sering dimaknai sebagai simbol awal. Air hujan dianggap membersihkan, menyuburkan, dan memberi kesempatan untuk memulai kembali.

Tidak sedikit orang tua dahulu menasihati bahwa awal tahun adalah waktu untuk menata niat, memperbaiki sikap, dan memperkuat ikhtiar, sebagaimana hujan yang jatuh perlahan namun memberi kehidupan.

Meta:AI ( Istemawa)
Namun, perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir membuat makna Januari juga perlu dibaca secara lebih kritis. Intensitas hujan yang semakin ekstrem menuntut kesiapsiagaan bersama.

Pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan perlu meningkatkan mitigasi risiko bencana, tanpa mengabaikan kearifan lokal yang selama ini menjadi penuntun hidup berdampingan dengan alam.

Januari bukan hanya soal hujan yang turun setiap hari, seperti yang diingat para sesepuh. Lebih dari itu, Januari adalah pengingat bahwa awal selalu datang bersama tantangan.

Dari bulan inilah, harapan disemai, kewaspadaan dibangun, dan komitmen untuk menjalani tahun dengan lebih bijak seharusnya dimulai.

Sebagaimana hujan Januari yang setia turun, konsistensi dalam bekerja, menjaga lingkungan, dan merawat nilai-nilai kebersamaan menjadi kunci agar tahun yang dijalani membawa keberkahan bagi semua.***



close