![]() |
Dialog tersebut membahas persiapan pembentukan panitia serta rangkaian kegiatan peresmian Sekretariat KPPKB yang akan dilaksanakan pada 8 Februari 2026 bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bumi Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Peresmian sekretariat akan dirangkaikan dengan doa bersama, Car Free Day (CFD), jalan sehat, dan senam massal. Kegiatan tersebut direncanakan dimeriahkan dengan berbagai doorprize, dengan hadiah utama sepeda motor, sepeda gunung, serta hadiah menarik lainnya sebagai bentuk partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap perjuangan pemekaran Brebes Selatan.
Sekretaris Jenderal KPPKB, Agus Sutiono, SE, M.Si, menegaskan bahwa peresmian sekretariat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol penguatan soliditas organisasi dan komitmen bersama dalam perjuangan pemekaran daerah.
“Peresmian sekretariat dan doa bersama ini merupakan momentum konsolidasi perjuangan rakyat Brebes Selatan agar tetap solid, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Forum dialog juga membahas persiapan audiensi ketiga KPPKB ke Semarang yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026. Agus menekankan pentingnya persiapan yang matang, terstruktur, serta berbasis komunikasi konstitusional dengan para pemangku kebijakan.
Sementara itu, Ketua KPPKB Imam Santoso menegaskan bahwa KPPKB merupakan wadah perjuangan murni masyarakat Brebes Selatan. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan perjuangan pemekaran.
“KPPKB adalah suara rakyat Brebes Selatan. Kita harus tetap kompak dan menjaga persatuan karena perjuangan ini kini menjadi perhatian publik,” tegas Imam.
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara KPPKB Dedy Anjar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, relawan, tokoh masyarakat, serta elemen warga Brebes Selatan yang selama ini konsisten mendukung perjuangan pemekaran.
“Saya mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh pengurus serta masyarakat Brebes Selatan. Dukungan moral, tenaga, dan pikiran dari semua pihak menjadi kekuatan utama KPPKB dalam memperjuangkan aspirasi rakyat secara konstitusional,” ujar Dedy.
Dedy menegaskan bahwa perjuangan pemekaran tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan langkah berkelanjutan, konsistensi, dan kepastian arah perjuangan, khususnya dalam menindaklanjuti hasil komunikasi dengan Komisi A dan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah.
“Kita harus terus mengawal proses ini secara serius dan berkesinambungan. Target utama kita adalah audiensi ke Semarang yang benar-benar menghasilkan kemajuan nyata bagi pemekaran Brebes Selatan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan jalan sehat pada 8 Februari 2026 direncanakan gratis tanpa pungutan, menggunakan sistem kupon sebagai bentuk kegiatan rakyat. Selain itu, KPPKB akan menyiapkan surat resmi kepada DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah terkait rencana kunjungan kerja ke Brebes Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Imam Santoso menyatakan sepakat dengan konsep kegiatan gratis yang diusulkan bendahara.
“Ini adalah acara rakyat, sehingga harus terbuka dan dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat tanpa beban biaya,” pungkasnya.
KPPKB berharap perjuangan panjang ini dapat berujung pada terwujudnya Kabupaten Brebes Selatan secara resmi, sah, dan konstitusional demi pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

