![]() |
Kepala Desa Kalinusu, Wasid, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa longsor dipicu oleh perubahan alur Sungai Kalikeruh yang mengarah ke utara akibat debit air yang meningkat tajam. Perubahan arus sungai tersebut menggerus tebing sungai hingga menyebabkan longsor dengan panjang sekitar 100 meter dan tinggi mencapai 20 meter.
“Akibat longsor tersebut, dua rumah warga terdampak langsung dan saat ini dalam proses pembongkaran demi keselamatan,” ujar Wasid, Jumat (2/1/2026).
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Sudaryo (55) dengan empat jiwa dan Yatin (70) dengan lima jiwa. Seluruh penghuni telah diungsikan ke rumah kerabat terdekat yang dinilai aman. Selain itu, longsor juga mengancam empat rumah warga lainnya di sekitar lokasi.
![]() |
Saat ini, BPBD Kecamatan Bumiayu bersama pemerintah desa, aparat TNI-Polri, Karang Taruna, serta masyarakat setempat terus melakukan pemantauan dan asesmen lanjutan. Warga juga telah diberikan edukasi dan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kalikeruh.
Sebagai langkah awal mitigasi, pada Sabtu (3/1/2026) pukul 08.00 WIB direncanakan akan dilaksanakan kerja bakti pembersihan dan penataan drainase jalan guna mengurangi risiko longsor susulan.
Pemerintah desa berharap adanya penanganan serius terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalikeruh agar dampak longsor tidak meluas dan membahayakan permukiman warga di kemudian hari. Pungkasnya. (R.Sr-90)


