![]() |
Sinergi pengamanan dilakukan oleh Perhutani KPH Pekalongan Barat, Koramil 11/Paguyangan, Polsek Paguyangan, serta pengelola wisata setempat. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan kegiatan wisata berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi pengunjung.
Wisata alam yang menawarkan panorama hutan pinus dan sumber mata air alami ini mematok tarif masuk yang terjangkau, yakni Rp10.000 per orang, sehingga menjadi magnet wisata keluarga saat libur panjang.
![]() |
“Kami sangat mengapresiasi pengelolaan wisata Tuk Sirah Pemali. Perhutani mendukung penuh agar wisata ini terus berkembang, dirawat dengan baik, serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Sugiyono.
Menurutnya, keberadaan wisata hutan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata daerah, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga lokal, seperti berdagang dan jasa pendukung lainnya.
Sementara itu, Bagus Handoko, pengelola wisata Tuk Sirah Pemali, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung sudah terasa sejak dimulainya libur akhir tahun.
![]() |
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Perhutani KPH Pekalongan Barat yang telah menyempatkan diri berkunjung dan memberikan dukungan langsung terhadap pengembangan wisata.
Dari sisi pengunjung, suasana alami Tuk Sirah Pemali memberikan pengalaman tersendiri. Salah satu wisatawan mengaku merasa terhibur dengan keindahan alam yang masih asri.
“Pemandangannya indah, dikelilingi pohon pinus, udaranya segar, dan biaya masuknya murah. Cocok untuk liburan keluarga,” ujarnya.
Dengan sinergi pengelolaan, keamanan, dan dukungan stakeholder, Wisata Tuk Sirah Pemali diharapkan terus tumbuh sebagai destinasi unggulan Brebes selatan, sekaligus menjadi contoh wisata alam yang berkelanjutan dan ramah masyarakat.(r)



