Sinergi Pengamanan Objek Wisata Tuk Sirah, Jaga Keamanan dan Kelestarian Hutan

HARIANBUMIAYU.COM, Paguyangan - Objek wana wisata Tuk Sirah Deswita Aji di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi perhatian khusus dalam pengamanan kawasan wisata pada momentum libur Tahun Baru 2026. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama unsur TNI-Polri dan pengelola wisata melaksanakan kegiatan pengamanan terpadu guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kelestarian kawasan hutan.

Kegiatan pengamanan dilakukan melalui patroli bersama yang melibatkan personel Koramil, Polsek Paguyangan, jajaran Perhutani, serta pengelola wisata Tuk Sirah. Patroli ini dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026, bertepatan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di hari pertama tahun baru.

Secara administratif, lokasi wisata Tuk Sirah berada di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, dan masuk dalam wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kretek, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paguyangan, KPH Pekalongan Barat.

Pengelola Wisata Deswita Aji, Bagus Handoko, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian imbauan dan arahan kepada para pengunjung. Imbauan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengunjung agar senantiasa menjaga ketertiban, keselamatan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan.

“Alhamdulillah, kunjungan wisata pada hari ini, tepat 1 Januari, mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Pekalongan Barat yang terus memberikan bimbingan dan pendampingan dalam pengelolaan wisata ini,” ujar Bagus Handoko.

Setelah sesi imbauan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli bersama di sekitar kawasan wisata. Patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk mendeteksi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan tidak adanya aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung maupun kelestarian hutan.

Sementara itu, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan KPH Pekalongan Barat, Sugiyono, menegaskan pentingnya kegiatan pengamanan dan patroli terpadu tersebut. Menurutnya, pengamanan kawasan wisata hutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Potensi risiko yang diantisipasi antara lain pohon tumbang akibat faktor cuaca maupun kondisi alam, serta ancaman kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh kelalaian pengunjung, seperti penggunaan api unggun yang tidak terkendali atau pembuangan puntung rokok sembarangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalkan dan mengantisipasi berbagai potensi permasalahan, khususnya pelanggaran hukum berupa gangguan keamanan hutan, risiko bencana alam, serta menjamin keamanan di kawasan wisata. Dengan demikian, kelestarian hutan tetap terjaga dan pengunjung dapat berwisata dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Perhutani bersama TNI, Polri, dan pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata alam dan pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berkunjung.Sinergi Pengamanan Objek Wisata Tuk Sirah, Jaga Keamanan dan Kelestarian Hutan.

Objek wana wisata Tuk Sirah Deswita Aji di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi perhatian khusus dalam pengamanan kawasan wisata pada momentum libur Tahun Baru 2026. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama unsur TNI-Polri dan pengelola wisata melaksanakan kegiatan pengamanan terpadu guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kelestarian kawasan hutan.

Kegiatan pengamanan dilakukan melalui patroli bersama yang melibatkan personel Koramil, Polsek Paguyangan, jajaran Perhutani, serta pengelola wisata Tuk Sirah. Patroli ini dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026, bertepatan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di hari pertama tahun baru.

Secara administratif, lokasi wisata Tuk Sirah berada di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, dan masuk dalam wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kretek, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paguyangan, KPH Pekalongan Barat.

Pengelola Wisata Deswita Aji, Bagus Handoko, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian imbauan dan arahan kepada para pengunjung. Imbauan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengunjung agar senantiasa menjaga ketertiban, keselamatan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan.

“Alhamdulillah, kunjungan wisata pada hari ini, tepat 1 Januari, mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Pekalongan Barat yang terus memberikan bimbingan dan pendampingan dalam pengelolaan wisata ini,” ujar Bagus Handoko.

Setelah sesi imbauan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli bersama di sekitar kawasan wisata. Patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk mendeteksi dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan tidak adanya aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung maupun kelestarian hutan.

Sementara itu, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan KPH Pekalongan Barat, Sugiyono, menegaskan pentingnya kegiatan pengamanan dan patroli terpadu tersebut. Menurutnya, pengamanan kawasan wisata hutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Potensi risiko yang diantisipasi antara lain pohon tumbang akibat faktor cuaca maupun kondisi alam, serta ancaman kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh kelalaian pengunjung, seperti penggunaan api unggun yang tidak terkendali atau pembuangan puntung rokok sembarangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalkan dan mengantisipasi berbagai potensi permasalahan, khususnya pelanggaran hukum berupa gangguan keamanan hutan, risiko bencana alam, serta menjamin keamanan di kawasan wisata. Dengan demikian, kelestarian hutan tetap terjaga dan pengunjung dapat berwisata dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Perhutani bersama TNI, Polri, dan pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata alam dan pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berkunjung.(r)
close