![]() |
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.30 WIB ini digagas oleh Gerakan Masyarakat Peduli Alam Semesta Sijampang (GEMPAS Sijampang) bersama para aktivis lingkungan dan pencinta alam. Sekitar 50 peserta terlibat dalam aksi penghijauan tersebut.
Ketua GEMPAS Sijampang, Kasor, yang juga menjabat sebagai Koordinator Rencana Aksi Sijampang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara warga Dukuh Sijampang dengan Perhutani untuk mengakhiri penggarapan lahan di lokasi tersebut.
“Penanaman ini adalah komitmen bersama setelah adanya kesepakatan untuk menghentikan penggarapan lahan. Kami ingin fungsi ekologis kawasan ini kembali pulih,” ujar Kasor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut M. Shodiq S., STP., M.Si dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut selaku Camat Paguyangan, AKP Tasudin Kapolsek Paguyangan, Serka Jony Riyanto selaku Pj Danramil Paguyangan, serta Sasmito selaku Asper BKPH Paguyangan. Hadir pula perwakilan Aliansi Aktivis Lingkungan dan Pencinta Alam.
![]() |
“Jangan sampai kita biarkan alam rusak. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Warga Sijampang bersama Pemkab Brebes dan 72 aliansi aktivis lingkungan siap memperbaiki serta menjaga alam. Kami akan berupaya mengembalikan fungsi ekologi Petak 24 yang sempat mengalami kerusakan akibat penggarapan liar,” tegasnya.
AKP Tasudin menyatakan pihak kepolisian hadir untuk mengawal sekaligus mendukung kegiatan tersebut.
“Kami dari Polsek Paguyangan mendukung penuh penanaman 100 pohon ini. Harapannya, kesadaran menjaga lingkungan semakin kuat, khususnya di wilayah Brebes Selatan,” katanya.
Sementara itu, Camat Paguyangan Koko Kusnanto memberikan apresiasi kepada para relawan dan masyarakat yang terlibat.
“Kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Alam yang lestari harus terus kita jaga demi generasi mendatang,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, apel dan briefing, doa bersama, penanaman pohon, hingga sesi foto bersama dan penutupan.
Melalui penanaman 100 pohon ini, kawasan Petak 24 RPH Kretek diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai ekosistem yang sehat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.***


