![]() |
Kerusakan juga terjadi pada ruang guru, kamar mandi, gudang, serta WC sekolah. Sekolah yang menampung 158 siswa ini kerap terganggu proses belajar mengajarnya, terutama saat hujan turun disertai angin kencang.
Untuk menghindari risiko ambruknya atap, pihak sekolah terpaksa memindahkan siswa ke ruang kelas lain yang lebih aman. Pemindahan dilakukan sementara, biasanya memanfaatkan kelas kosong atau setelah jam pelajaran berakhir.
![]() |
“Setiap hujan dan angin kencang, kami khawatir. Anak-anak harus dipindahkan karena kondisi atap sudah tidak aman,” ujar Ida, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pengajuan rehabilitasi sudah dilakukan baik secara manual maupun melalui sistem daring. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut perbaikan, sementara kondisi bangunan terus menurun.
![]() |
“Data harus sesuai dan sudah sinkron di Dapodik agar bisa ditindaklanjuti. Setelah itu survei dapat dilakukan,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Pihak sekolah berharap, setelah proses pembaruan data rampung, perbaikan gedung dapat segera direalisasikan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru dalam kegiatan belajar mengajar. Pungkasnya.***



