![]() |
Dalam kunjungan tersebut, Titiek Soeharto bersama rombongan anggota Komisi IV DPR RI melihat langsung proses pengolahan bawang merah Brebes yang kini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti bawang goreng dan pasta bawang merah.
Menurutnya, produksi bawang merah Brebes menunjukkan capaian menggembirakan. Selain mampu memenuhi kebutuhan nasional, komoditas ini juga telah menembus pasar ekspor seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Arab Saudi.
“Tadi petani menyampaikan, modal sekitar Rp40 juta per hektare, hasilnya bisa mencapai Rp350 juta. Artinya, margin keuntungannya sangat baik. Ini potensi besar yang harus kita jaga,” ujarnya.
![]() |
Titiek menilai stabilitas harga bawang merah relatif terjaga karena permintaan pasar yang konsisten. Jika terjadi surplus produksi, kelebihan pasokan dapat dialihkan ke pasar ekspor sehingga harga di tingkat petani tetap stabil.
Ia menegaskan, prospek bawang merah Indonesia sangat menjanjikan, terutama jika didukung penguatan hilirisasi dan perluasan pasar luar negeri. Produk olahan seperti pasta bawang merah dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi dan daya saing kuat di pasar global.
“Pasarnya selalu ada, baik domestik maupun internasional. Tinggal bagaimana kita memperkuat kualitas dan fasilitas pendukungnya,” tambahnya.
![]() |
Dalam dialog bersama petani dan pelaku usaha, Komisi IV DPR RI menyerap sejumlah aspirasi yang masih menjadi kebutuhan mendesak. Di antaranya pembangunan cold storage untuk menjaga kualitas hasil panen, ketersediaan pupuk, serta penyediaan bibit bawang merah unggul.
Fasilitas penyimpanan dinilai penting untuk menekan fluktuasi harga saat panen raya serta menjaga kontinuitas pasokan ekspor.
“Kami ingin mendengar langsung kebutuhan petani. Cold storage, pupuk, dan bibit menjadi perhatian serius yang akan kami tindak lanjuti,” tegas Titiek.
Kunjungan kerja ini turut disambut Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Wurja, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Brebes Dr. Tahroni dan sejumlah kepala OPD.
![]() |
Pemerintah Kabupaten Brebes menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor hortikultura, khususnya bawang merah, sebagai komoditas unggulan daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin memperkokoh posisi Brebes sebagai lumbung bawang merah nasional sekaligus memperluas pangsa pasar ekspor produk olahan ke kawasan regional dan global.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan strategi hilirisasi yang tepat, bawang merah Brebes diyakini mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi pertanian Indonesia. (Rizal S)




