![]() |
Dalam forum strategis yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kapolsek, danramil, kepala desa, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Brebes itu, Kapolres menginstruksikan jajaran Polres Brebes untuk meningkatkan langkah preventif dan represif secara terukur guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.
![]() |
Selain itu, kepolisian juga memfokuskan perhatian pada potensi kejahatan jalanan seperti balap liar, penggunaan knalpot tidak standar (brong), hingga penyalahgunaan petasan berbahaya yang kerap muncul saat Ramadhan.
“Kami tidak ingin suasana Ramadhan terganggu oleh aksi kriminalitas. Seluruh jajaran harus hadir di tengah masyarakat dengan langkah konkret, bukan sekadar imbauan,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.
Dalam arahannya, Kapolres juga meminta penguatan patroli dan pengawasan terhadap tindak pidana konvensional seperti pencopetan, hipnotis (gendam), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Fenomena sosial yang kerap muncul selama bulan puasa, seperti tawuran remaja dan “perang sarung”, juga masuk dalam pemetaan kerawanan. Kepolisian akan menggencarkan patroli malam dan koordinasi dengan aparat desa serta tokoh masyarakat untuk mencegah eskalasi konflik.
Kabupaten Brebes yang menjadi pintu gerbang Jawa Tengah dari arah barat diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik. Oleh karena itu, Polres Brebes telah menyiapkan strategi pengamanan terpadu di pusat perbelanjaan, pasar tumpah, terminal, hingga jalur arteri dan nasional.
Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, rekayasa lalu lintas, serta respons cepat terhadap potensi kepadatan kendaraan maupun gangguan keamanan lainnya.
Menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, Kapolres menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Ia mengajak warga kembali mengaktifkan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Di akhir arahannya, Kapolres mengingatkan bahwa keberagaman masyarakat Brebes merupakan kekuatan sosial yang harus dirawat dengan semangat toleransi.
“Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Kita harus menyamakan persepsi demi mewujudkan Brebes yang aman, tertib, dan harmonis selama bulan suci,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menjadi titik awal rangkaian operasi pengamanan kewilayahan Ramadhan 1447 H. Dengan pendekatan preventif, edukatif, dan penegakan hukum yang proporsional, aparat berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Pungkasnya.***


