![]() |
Keluhan tersebut disampaikan warga Desa Rancawuluh, serta penerima manfaat dari Desa Cipelem dan Jubang. Program MBG yang didistribusikan oleh Dapur Mandiri SPPG Yayasan Azzahro itu menyasar siswa tingkat TK, RA, SD hingga SMP, dengan total sekitar 3.500 paket makanan.
Salah seorang warga Desa Rancawuluh yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut saat mendapati roti dalam paket bantuan tampak berjamur.
“Saya kaget karena rotinya sudah tidak layak. Tadi juga ada yang lain menerima kondisi serupa,” ujarnya.
![]() |
“Khawatir kalau dimakan anak-anak bisa sakit perut. Kalau yang sebelumnya aman,” tambahnya.
Keluhan serupa juga beredar di grup percakapan WhatsApp warga. Dalam diskusi tersebut, sejumlah orang tua mempertanyakan proses pemeriksaan kualitas sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.
Menanggapi hal tersebut, Wakri selaku pengelola Dapur Mandiri SPPG Yayasan Azzahro membenarkan adanya temuan roti yang tidak layak konsumsi. Ia menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab dan melakukan penggantian.
“Bagi yang mengembalikan, akan langsung kami ganti keesokan harinya. Kami tidak lepas tangan, sudah ada penggantian,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, produk roti diterima dari pemasok pada malam hari sehingga tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan satu per satu secara detail. Menurutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pemasok agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan evaluasi supplier karena kualitas harus dijaga. Ini menjadi perhatian kami ke depan,” katanya.
Terkait anjuran penggunaan produk UMKM dalam program tersebut, ia menyampaikan bahwa pihaknya tetap mendukung kebijakan tersebut, namun menekankan pentingnya konsistensi mutu dari setiap pemasok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kesehatan akibat konsumsi makanan tersebut. Pihak penyelenggara menyatakan siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kualitas dan keamanan distribusi MBG ke depan.
Pemerintah daerah diharapkan turut melakukan pengawasan agar program bantuan pangan bergizi yang ditujukan untuk mendukung kesehatan anak-anak dapat berjalan sesuai standar keamanan pangan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Pungkasnya.(r)


