![]() |
Sejumlah warga menyampaikan keresahannya melalui berbagai unggahan di media sosial. Mereka saling mengingatkan agar berhati-hati apabila hujan berlangsung cukup lama, karena pengalaman sebelumnya menunjukkan air sungai dapat meluap dan merendam permukiman.
“Kalau hujan sudah lebih dari tiga jam, biasanya kami langsung bersiap. Air cepat naik, apalagi rumah yang dekat sungai,” ujar seorang warga Adisana yang enggan disebutkan namanya, Minggu (1/2/2026).
Warga menilai banjir yang terjadi bukan lagi peristiwa baru, melainkan masalah berulang yang setiap musim hujan selalu menghantui. Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kerugian material.
![]() |
“Harapannya ada solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan saat banjir sudah terjadi,” kata warga lainnya.
Masyarakat Bumiayu juga mengapresiasi langkah-langkah penanganan darurat yang selama ini telah dilakukan pemerintah saat banjir terjadi. Namun, mereka berharap ke depan ada upaya pencegahan yang lebih terencana, seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta penataan kawasan bantaran sungai.
Warga berharap suara dan aspirasi ini dapat menjadi perhatian bersama, agar kejadian banjir yang berulang setiap musim hujan dapat diminimalisir, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat di wilayah Bumiayu dan sekitarnya.***


