Tanah Bergerak Terjang Gununglarang Salem, Empat Rumah Terpaksa Dibongkar, Warga Minta Relokasi

HARIANBUMIAYU.COM. Salem - Pergerakan tanah kembali mengancam permukiman warga di Desa Gununglarang RT 01/RW 01, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jumat (13/2/2026). Hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam memicu retakan tanah yang kian melebar hingga berdampak pada sedikitnya 10 rumah warga. Empat rumah di antaranya mengalami kerusakan berat dan terpaksa dibongkar demi keselamatan penghuni.

Peristiwa dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Warga mendapati retakan tanah semakin membesar dan menggerus bagian fondasi rumah. Kondisi ini mendorong warga bersama aparat untuk segera mengambil langkah cepat guna mencegah risiko yang lebih besar.

Kapolsek Salem IPTU Ahdiyat, SH, melalui Kanit Reskrim Aiptu Abdul Gofur, menjelaskan bahwa fenomena tanah bergerak di wilayah tersebut telah terjadi sejak 2021. Namun intensitas hujan beberapa hari terakhir memperparah kondisi tanah yang labil.

“Retakan bertambah lebar setelah hujan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, empat rumah yang kondisinya paling parah dibongkar secara gotong royong,” ujarnya.

Keempat rumah yang dibongkar masing-masing milik Warso (51) dengan empat anggota keluarga, Nursoleh (60) lima jiwa, Sarkam (56) lima jiwa, dan Rasid (64) tiga jiwa. Proses pembongkaran dilakukan secara swadaya oleh warga pada Jumat pagi.

Selain empat rumah tersebut, sejumlah rumah lain juga berada di zona terdampak dan dalam kondisi terancam. Total rumah yang masuk area pergerakan tanah tercatat sekitar 10 unit. Seluruh penghuni rumah yang terdampak kini mengungsi sementara ke rumah kerabat yang masih berada di lingkungan Desa Gununglarang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik mahkota longsoran dilaporkan turun sekitar tujuh meter. Pergerakan tanah masih berlangsung secara perlahan, sehingga aparat bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan intensif.

Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp600 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Camat Salem, Adhitya Trihatmoko, S.STP, MM, telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan daerah serta instansi teknis terkait. Pemerintah kecamatan menyampaikan bahwa warga berharap adanya solusi jangka panjang berupa relokasi ke lokasi yang lebih aman, mengingat pergerakan tanah telah berulang dalam beberapa tahun terakhir.

Tembusan laporan disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Brebes, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Brebes, serta Dinas Sosial Kabupaten Brebes guna percepatan penanganan.

Pemerintah dan aparat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pergerakan susulan, terutama saat curah hujan tinggi masih terjadi di wilayah selatan Brebes. (Rizal)

close