![]() |
Peninjauan dimulai dari Kecamatan Losari. Didampingi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, serta Kepala DPSDAPR, Wurja menyambangi empat desa terdampak yakni Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor. Di lokasi tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa nasi bungkus dan mi instan kepada warga yang rumahnya terendam.
Pemerintah Kabupaten Brebes juga menyalurkan karung sebagai bagian dari upaya pembangunan tanggul darurat untuk mengantisipasi potensi luapan air susulan.
Dari Losari, rombongan bergerak ke Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, meninjau kondisi tanggul Sungai Pemali yang mengalami abrasi serius. Jika sebelumnya jarak tanggul dengan permukiman warga masih sekitar dua meter, kini tersisa kurang lebih setengah meter akibat tergerus arus deras.
![]() |
Ia menegaskan, intensitas hujan yang tinggi dan meningkatnya debit Sungai Pemali mempercepat pengikisan tanggul, sehingga berpotensi membahayakan permukiman warga di sekitarnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Sekretaris DPU Brebes Ismawan Nur Laksono menyampaikan pihaknya telah mengatur pengiriman material untuk penanganan darurat.
“Kami siapkan tiga dump truk pasir atau tanah untuk memperkuat tanggul sementara,” jelasnya.
Selanjutnya, Wabup Brebes bersama jajaran terkait meninjau banjir di Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Brebes pada Rabu (11/2/2026) malam, menyebabkan Kali Gondang meluap dan merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air antara 50 hingga 100 sentimeter.
Air dilaporkan masuk ke permukiman secara tiba-tiba sejak dini hari. Warga pun bergegas menyelamatkan barang-barang berharga.
“Air datang cepat sekali, kami hanya sempat menyelamatkan barang penting,” ungkap Suti (67), salah satu warga terdampak.
Meski kondisi air mulai berangsur surut, pemerintah daerah tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir susulan. Wurja bersama Kepala DPSDAPR, Sekretaris DPU, BPBD, Camat Jatibarang, PMI, dan Kepala Desa Bojong memastikan kondisi warga dalam keadaan aman.
“Kami pastikan penanganan berjalan cepat. Alhamdulillah air mulai surut, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Camat Jatibarang Rade Andriana Younansyah menyebut banjir di Dukuh Bayur merupakan persoalan berulang setiap musim hujan akibat luapan Kali Gondang. Pihak kecamatan bersama pemerintah desa dan relawan akan meningkatkan langkah pencegahan guna meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.
Petugas dan relawan saat ini masih bersiaga memantau debit sungai serta kondisi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan volume air.***


