Yayasan ANH Indonesia Resmikan SPPG Badan Gizi Nasional di Paguyangan, Dorong Cipta Generasi Emas

HARIANBUMIAYU.COM. Paguyangan. - Yayasan Arsa Nur Hasta Indonesia (ANH) Indonesia bersama mitra Harmoni Pangan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari program Badan Gizi Nasional di Desa Paguyangan dan  Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (24/2/2026).

Peresmian ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendorong terwujudnya generasi emas Indonesia.

Kepala SPPG Pakujati, Nur Azis Zain, di danpingi Kepala SPPG  Paguyangan Muh. Arifin Maulana menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembagian makanan bergizi gratis, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses produksi hingga distribusi.

“SPPG bukan sekadar menyediakan makanan bergizi. Kami melibatkan warga sekitar untuk memasak dan berkontribusi langsung. Harapannya, program ini benar-benar melahirkan generasi emas yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga membuka ruang kritik dan evaluasi demi penyempurnaan program ke depan.

Ketua Yayasan ANH Indonesia, Dr. Siis Suhasto,. M.Pd, menjelaskan bahwa SPPG Paguyangan merupakan dapur ke-8 dan ke-9 yang diinisiasi pihaknya. Untuk kapasitas layanan, Porsi kecil seharga Rp8000 rupiah sedangkan porsi besar seharga Rp10.000 rupiah.

Ia juga memaparkan skema pembagian anggaran, di mana sebesar Rp3.000 dialokasikan untuk operasional, honor karyawan, dan kebutuhan dapur lainnya, sementara Rp2.000 diperuntukkan bagi mitra sebagai bagian dari kerja sama penyediaan layanan.

Menurutnya, pengelolaan SPPG harus dilakukan secara profesional, termasuk membangun tim media sosial guna mempublikasikan menu harian sekaligus memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.

Dalam paparannya, ia menyoroti masih rendahnya asupan kalori anak usia SD dan SMP. Banyak anak hanya mengonsumsi 350–500 kalori saat sarapan, padahal kebutuhan harian ideal berkisar 2.000–2.800 kalori tergantung usia dan aktivitas.

“Dengan tambahan asupan dari SPPG, anak-anak diharapkan lebih sehat, bugar, dan siap mengikuti proses belajar,” jelasnya.

Camat Paguyangan Koko Kusnanto yang diwakili Sekretaris Camat Saripudin, S.Km., M.M., menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan berjalan kondusif dan tepat sasaran.

"Ia juga mengingatkan agar menu yang disajikan memenuhi prinsip gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, dengan variasi menu yang menarik serta memperhatikan aspek halal Selain bergizi, makanan juga harus terjamin kehalalan dan kualitasnya demi tumbuh kembang anak-anak,” tegasnya.

Peresmian turut dihadiri unsur Forkopimcam Paguyangan, TNI-Polri, kepala desa, kepala sekolah dan guru penerima manfaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekitar 50 karyawan SPPG, serta tamu undangan lainnya.

Dengan beroperasinya SPPG di Desa Pakujati, diharapkan anak-anak di Kecamatan Paguyangan memperoleh akses makanan bergizi yang cukup dan berkualitas sebagai fondasi membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pungkasnya. (Rizal S)
close