![]() |
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung arus balik di Pos Terpadu Pejagan, Kabupaten Brebes, Kamis (26/3/2026).
Dalam peninjauan itu, ia didampingi Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra dan Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah untuk memantau titik krusial pertemuan arus kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.
Data Korlantas menunjukkan peningkatan signifikan volume kendaraan pada tahun ini. Arus mudik naik 4,65 persen dibandingkan 2025, sementara arus balik melonjak hingga 14,68 persen.
![]() |
“Ini merupakan puncak arus tertinggi sepanjang sejarah. Meski Operasi Ketupat telah berakhir, masih ada sekitar 36 persen kendaraan yang belum kembali ke arah Jakarta. Pengamanan akan terus dilanjutkan melalui Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD),” ujar Agus.
Meski terjadi lonjakan kendaraan, Polri mencatat hasil positif dalam aspek keselamatan. Angka fatalitas kecelakaan turun 30,3 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan berkurang sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai titik strategis, Brebes menjadi simpul pertemuan arus sekaligus lokasi istirahat pemudik. Kakorlantas menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel di jalur tol dan arteri, terutama di sekitar rest area dan titik perlambatan.
Petugas di lapangan juga diminta aktif melakukan penguraian arus untuk membantu pemudik, khususnya yang mengalami kelelahan setelah perjalanan panjang.
Korlantas turut mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas, terutama saat diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contra flow. Gelombang kedua arus balik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026.
Dari total proyeksi 3,4 juta kendaraan arus balik, sekitar 36 persen kendaraan masih belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini membuat sejumlah ruas Tol Trans Jawa masih dipadati kendaraan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Korlantas menerapkan contra flow di sekitar rest area serta optimalisasi lajur di KM 70 guna menampung volume kendaraan dari arah timur.
Pemantauan juga terus dilakukan dari wilayah Brebes hingga Jawa Barat untuk memastikan arus balik tetap lancar dan terkendali.
“Kami terus lakukan langkah rekayasa lalu lintas agar perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman hingga sampai tujuan,” pungkasnya.***


