![]() |
HARIANBUMIAYU.COM. BREBES | Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai Pengajian Akbar Halal Bihalal yang digelar di Dukuh Krajan RW 05, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Kamis (26/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di depan Masjid Jami Al-Ikhsaniyah ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai elemen masyarakat.
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kerukunan”, acara ini menghadirkan penceramah Gus M. Ridlwan Muwafiq, pengasuh Pondok Pesantren Darul Quroba Bulak Wungu, Sirampog. Kehadirannya menjadi magnet tersendiri bagi warga yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Ketua panitia, Irham Priyono, menyampaikan bahwa halal bihalal menjadi momentum strategis untuk mempererat ukhuwah setelah menjalani ibadah Ramadan. Ia mengapresiasi peran aktif seluruh warga dari RT 01 hingga RT 07 serta kontribusi para pemuda yang telah mempersiapkan kegiatan secara maksimal.
“Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi wujud nyata kebersamaan dan semangat memperkuat persaudaraan. Kami berharap membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
![]() |
Senada dengan itu, perwakilan takmir Masjid Jami Al-Ikhsaniyah mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam ilmu keagamaan sebagai bekal kehidupan. Ketua RW 05, Subandi, juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan warga serta menjadikan bulan Syawal sebagai awal membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Dalam tausiyahnya, Gus M. Ridlwan Muwafiq menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya keikhlasan dalam beribadah dan peran lingkungan dalam membentuk karakter keimanan. Ia menegaskan bahwa hidayah merupakan hak mutlak Allah, sehingga setiap individu perlu terus berupaya memperbaiki diri dan menjaga lingkungan yang kondusif untuk kebaikan.
“Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap semangat ibadah. Jika kita dekat dengan masjid dan orang-orang saleh, maka akan lebih mudah untuk istiqamah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak ragu menampakkan kebaikan sebagai bentuk syiar, selama tetap menjaga niat yang tulus karena Allah. Menurutnya, di tengah tantangan zaman, keberanian menunjukkan nilai-nilai positif menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi ajaran Islam.
Pengajian ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana refleksi spiritual bagi masyarakat untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki hubungan sosial, serta meningkatkan kualitas ibadah secara berkelanjutan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar nilai-nilai kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.***

.jpg)
