![]() |
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau progres pekerjaan pada Senin (2/3/2026). Ia menegaskan perbaikan harus rampung tepat waktu demi menjamin kelancaran arus mudik dan distribusi logistik.
“Minimal sebelum H-7 Lebaran jalan sudah keras dan dapat dilewati kendaraan. Setelah itu, penanganan kita lanjutkan ke jalur alternatif kabupaten,” tegasnya di lokasi.
Di lapangan, tanggul yang sebelumnya jebol telah ditutup dan kini dalam tahap pengeringan serta penguatan struktur. Sementara badan jalan yang tergerus arus air sedang dilakukan perkerasan dasar dengan pengecoran beton bertulang sebagai solusi permanen.
Kepala DPUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 75 persen. Ia optimistis dalam dua minggu ke depan jalur tersebut sudah dapat difungsikan kembali untuk arus Purwodadi–Semarang maupun sebaliknya.
“Kita kebut agar sebelum Lebaran sudah bisa dibuka. Ini jalur vital, jadi harus benar-benar kuat dan tahan lama,” ujarnya.
Kendala utama yang masih dihadapi adalah rembesan air dari Sungai Tuntang yang memperlambat proses pengerasan konstruksi. Awalnya, perbaikan direncanakan menggunakan jembatan darurat armco dan material telah tersedia. Namun setelah evaluasi teknis, ditemukan adanya pergeseran konstruksi di sekitar titik jebol sehingga diputuskan dilakukan pembongkaran dan pembangunan ulang secara permanen.
Ruas Semarang–Godong selama ini menjadi salah satu jalur utama penghubung wilayah timur Jawa Tengah. Putusnya akses tersebut sempat mengganggu mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan balai wilayah sungai untuk mempercepat penanganan tanggul serta mendorong normalisasi Sungai Tuntang guna mencegah kejadian serupa, terutama menjelang puncak arus mudik dan potensi cuaca ekstrem.
Dengan percepatan ini, diharapkan jalur strategis tersebut kembali berfungsi optimal dan mendukung kelancaran Lebaran 2026. (r)

