![]() |
Peresmian berlangsung khidmat, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat yang diiringi tim hadroh Al Hikmah 1 Benda. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Paguyangan, perwakilan Polsek Paguyangan, Koramil 11/Paguyangan, tokoh masyarakat, kepala sekolah dan madrasah penerima manfaat, serta jajaran pengurus yayasan.
Kepala Mitra SPPG DK Pesanggrahan, H. Moh. Zamroni, S.E., menegaskan bahwa keberadaan SPPG harus memberi dampak langsung bagi siswa sebagai penerima manfaat.
“Harapan kami jelas, layanan ini tidak mengecewakan. SPPG hadir dari semangat kebersamaan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak,” ujarnya.
Bangunan dapur pelayanan berdiri di atas lahan seluas 786 meter persegi dan dirancang representatif sesuai kebutuhan operasional. Zamroni juga menekankan pentingnya koordinasi antar-SPPG di Kecamatan Paguyangan agar standar mutu tetap terjaga dan tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, yang diwakili Sekretaris Kecamatan Suripudin, S.KM, S.Kep., M.M., menyampaikan apresiasi atas beroperasinya SPPG di Desa Kretek.
Menurutnya, ada tiga hal yang wajib menjadi perhatian pengelola dapur: kebersihan, kesesuaian kandungan gizi dengan standar pemerintah, dan komunikasi terbuka dengan sekolah penerima manfaat.
“Kami tidak ingin persoalan kecil berkembang menjadi isu besar. Jika ada kekurangan, selesaikan melalui koordinasi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bahan baku, agar perputaran ekonomi desa ikut tumbuh seiring berjalannya program.
Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin yang diwakili Aipda Marzuki mengingatkan para guru dan orang tua untuk mengedepankan komunikasi langsung apabila ditemukan kendala dalam distribusi makanan.
“Silakan koordinasi ke pihak SPPG bila ada yang belum sesuai. Jangan langsung mengunggah ke media sosial tanpa klarifikasi,” pesannya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari kesalahpahaman publik.
Kepala SPPG Pesanggrahan, Fajar Gunawan, sebelumnya bertugas di Kabupaten Wonogiri. Ia menyatakan siap menjalankan amanah di Brebes dan menyesuaikan pelayanan dengan karakteristik wilayah Paguyangan.
Menurutnya, perbedaan menu atau pola distribusi bisa terjadi saat masa transisi pengelola. Namun, pihaknya tetap berpegang pada standar kualitas dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami terbuka terhadap evaluasi dan masukan. Adaptasi diperlukan agar pelayanan semakin baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
SPPG Pesanggrahan dijadwalkan mulai mendistribusikan makanan bergizi kepada sekolah dan madrasah penerima manfaat pada Senin (2/3/2026). Diharapkan, unit ini menjadi model pelayanan gizi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Brebes. Pungkasnya. ( Rizal S)

