Tebing Ambles dan Talud Ambruk di Pagojengan Brebes, Akses Jalan Warga Terancam

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB mengakibatkan tebing ambles dan talud ambruk di Dukuh Krajan RT 06/RW 05, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang berlangsung selama beberapa jam, ditambah kondisi lokasi yang berada di tepi aliran Sungai Laren. Tekanan air serta struktur tanah yang labil menyebabkan talud yang diperkirakan telah berusia sekitar tiga tahun tidak mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh.

Akibat kejadian tersebut, tebing ambles sepanjang kurang lebih 3 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Longsoran juga berdampak pada badan jalan di lokasi yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Meski dalam kondisi rusak, jalan tersebut masih dilalui warga. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat setempat memasang pagar sederhana dari bambu untuk menandai area berbahaya.

Salah satu warga terdampak, Mulyono, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan deras kembali terjadi.

“Kami sangat was-was. Kalau hujan lagi, bisa makin parah dan membahayakan warga yang lewat,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Jalan tersebut diketahui merupakan akses penting bagi aktivitas warga sehari-hari, termasuk anak-anak yang hendak mengaji serta pedagang yang melintas.

Kepala Desa Pagojengan, Suid AMA, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga dengan berkoordinasi ke tingkat kecamatan.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung melaporkan ke pihak kecamatan melalui sambungan telepon WhatsApp,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan penanganan darurat, termasuk perbaikan talud dan pengamanan akses jalan, guna mencegah risiko kecelakaan maupun korban jiwa.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih tergolong rawan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. Pungkasnya. ( Rizal )
close