![]() |
Sebanyak 11.000 benih ikan jenis mujaer dan nilem ditebar di aliran sungai tersebut sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem serta mengembalikan populasi ikan yang mulai berkurang.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya Forkopimcam Salem, para santri Pondok Pesantren Taalumul Huda Ganggawang, serta relawan dari komunitas peduli lingkungan.
Camat Salem, Adhitya Trihatmoko, S.STP., MM menjelaskan bahwa kegiatan penebaran benih ikan tersebut merupakan inisiatif masyarakat yang dilaksanakan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sungai.
“Gerakan ini lahir dari kesadaran warga Salem untuk menjaga ekosistem sungai. Harapannya, selain menjaga keseimbangan lingkungan, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian sungai,” ujar Adhitya.
Sementara itu, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Sumarno, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, sungai memiliki peran penting bukan hanya sebagai aliran air, tetapi juga sebagai habitat berbagai makhluk hidup yang menopang keseimbangan ekosistem.
“Penebaran benih ikan ini merupakan upaya konkret untuk memulihkan ekosistem sungai. Sungai adalah rumah bagi berbagai makhluk hidup yang menjaga keseimbangan alam. Dengan langkah ini, diharapkan populasi ikan di Sungai Cigunung dapat kembali berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Sumarno.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan kelestarian lingkungan. Sungai Cigunung pun diharapkan tetap menjadi sumber kehidupan bagi warga Salem dan sekitarnya. (Rizal S)

