![]() |
HARIANBUMIAYU.COM. BREBES – Ruas jalan poros yang menghubungkan Desa Raga Tunjung dan Desa Cilibur, tepatnya di Dukuh Cirumiyang, Kecamatan Paguyangan, mengalami ambles cukup parah pada Minggu (19/4/2026). Kerusakan terjadi sepanjang kurang lebih 12 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan tebing di sisi jalan longsor dan menutup badan jalan. Warga setempat sempat dikejutkan suara gemuruh saat kejadian berlangsung.
Rohim, salah satu warga Dukuh Cirumiyang, mengungkapkan bahwa longsor terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 23.00 WIB. “Warga kaget mendengar suara keras. Setelah dicek, ternyata tanah longsor menutup jalan,” ujarnya.
Pasca kejadian, warga bergerak cepat melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsoran. Upaya gotong royong ini dilakukan agar jalur tersebut tetap bisa dilalui, meskipun dengan keterbatasan.
Jalan tersebut diketahui memiliki peran penting sebagai akses terdekat menuju Pasar Induk Bumiayu. Selain menunjang aktivitas ekonomi, jalur ini juga menjadi rute harian pelajar menuju sekolah. Jika tidak segera diperbaiki, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Respons awal datang dari UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) wilayah Bumiayu yang berencana melakukan peninjauan lapangan.
Perwakilan UPT DPU, Mansur, menyampaikan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lokasi pada Senin (20/4/2026) untuk mengevaluasi kondisi dan menentukan langkah penanganan. “Kami akan cek lokasi terlebih dahulu, baru kemudian menentukan tindakan yang diperlukan,” katanya.***

