![]() |
HARIANBUMIAYU.COM. Brebes | Sinergi lintas wilayah antara Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan koordinasi dan peningkatan kapasitas relawan tangguh bencana yang digelar di Kantor UPTD Lingkungan Hidup Bumiayu. Rabu 1 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan unsur BPBD Kabupaten Cilacap, DPRD Kabupaten Fraksi PAN, UPTD Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, perangkat desa Irgirlanceng Kecamatan Sirampog, serta relawan peduli lingkungan dari kedua wilayah. Fokus utama pembahasan meliputi penguatan mitigasi bencana berbasis vegetasi, peningkatan ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Analis Kebencanaan Ahli BPBD Kabupaten Cilacap dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Rubino Sriadji, menegaskan bahwa kolaborasi lintas wilayah menjadi langkah strategis mengingat potensi bencana tidak mengenal batas administratif. Ia menjelaskan bahwa pendekatan vegetasi dinilai efektif dalam menekan risiko bencana seperti longsor dan banjir, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, Rubi juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah secara terpadu, baik organik maupun anorganik. Ia menyampaikan bahwa pengolahan sampah dapat dikembangkan melalui fasilitas yang memadai, termasuk penggunaan mesin pencacah dan alat press untuk mengurangi volume sampah plastik. Hasil pengolahan tersebut bahkan berpotensi dimanfaatkan menjadi pupuk dan bahan bernilai guna lainnya.
![]() |
"Edukasi pengelolaan sampah harus terus digencarkan, termasuk melalui sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat. Dukungan lintas sektor sangat diperlukan, mulai dari dinas terkait, DPRD, hingga relawan dan media,” ujarnya.
Rubino menambahkan, dalam pendekatan pentahelix, media massa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam diseminasi informasi penanggulangan bencana. Selain itu, media juga berperan penting dalam mengawal suksesi serta realisasi program ketahanan pangan dan pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi berbasis pendekatan pentahelix, yang mencakup lima unsur utama, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media massa, serta akademisi atau perguruan tinggi.
Dalam implementasinya, kolaborasi tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, BPBD, unsur legislatif, hingga relawan peduli lingkungan. Menurutnya, regulasi terkait pengelolaan sampah juga perlu diperkuat, termasuk penertiban pembuangan sampah yang tidak sesuai aturan. Serta penguatan regulasi terkait pengelolaan sampah juga dinilai perlu untuk mendorong kedisiplinan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Anggota DPRD Kabupaten Brebes Fraksi PAN Komisi III bidang Lingkungan Hidup, Ade Apriyanto, menyatakan dukungannya terhadap program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan.
“Kami siap mendorong kebijakan yang memperkuat peran relawan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat,” tegasnya.
![]() |
Sementara itu, Kepala UPTD Lingkungan Hidup Bumiayu, Abdullah Sudrajat, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor dan wilayah.
Selain peningkatan kapasitas relawan, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian bibit pohon matoa sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Para peserta menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah desa, komunitas, dan relawan dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pendekatan berbasis vegetasi dinilai tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun model kolaborasi yang berkelanjutan antara Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pungkasnya.***



