Mantan Penjual Koran Jadi Tokoh Inspiratif, Gus Mun Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Korban Banjir Brebes 2026

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES | Banjir bandang yang melanda Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 25–26 Maret 2026 meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Luapan Sungai Babakan akibat hujan deras merendam sedikitnya tujuh desa, memaksa warga mengungsi, serta melumpuhkan jalur nasional Ketanggungan–Pejagan.

Di tengah situasi tersebut, muncul sosok inspiratif putra daerah, Muhammad Munawir Lasiyono atau yang akrab disapa Gus Mun. Mantan penjual koran ini menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan alat tulis bagi anak-anak terdampak banjir di dua kecamatan, yakni Ketanggungan dan Tanjung.

Bantuan tersebut disalurkan ke empat desa, meliputi Desa Ketanggungan, Padakaton, Kedawung, dan Karangmalang. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di tengah kondisi pascabencana.

Gus Mun dikenal sebagai tokoh muda Brebes yang aktif dalam berbagai gerakan pemberdayaan pemuda dan pendidikan. Ia merupakan anak kedelapan dari sepuluh bersaudara, putra dari almarhum Nuryadin, seorang tokoh agama Nahdlatul Ulama di Desa Terlangu.


Dalam perjalanan akademiknya, Gus Mun menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang magister dan saat ini melanjutkan studi S2 Teknik Industri di Universitas Islam Indonesia melalui Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI. Ia juga tercatat lolos seleksi program S3 di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Negeri Jakarta.

Selain aktif di dunia pendidikan, Gus Mun memiliki pengalaman profesional di berbagai perusahaan nasional dan internasional, seperti PT Siemens Indonesia, PT Saipem Indonesia, hingga PT VINCI Energies Indonesia. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Direktur di PT Karya Mulya Aamiin.

Di bidang organisasi, Gus Mun dipercaya sebagai pengurus pusat IKAPUNIJA periode 2025–2029 pada bidang media dan jaringan. Ia juga dikenal sebagai pendiri berbagai komunitas dan lembaga pendidikan di Brebes, seperti Rumah Peradaban, Shafa Community, hingga Yayasan Rumah Cinta.

Tak hanya itu, ia juga aktif sebagai tenaga pengajar di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes dan Universitas Bima Sakapenta.

Aksi sosial yang dilakukan Gus Mun di tengah bencana ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Kepeduliannya dinilai tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberi semangat bagi anak-anak untuk tetap belajar dan bangkit dari keterbatasan.

Dengan latar belakang sederhana sebagai mantan penjual koran, Gus Mun membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi bagi masyarakat. Semangat berbagi dan dedikasinya di bidang pendidikan menjadikannya sosok inspiratif bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Brebes. (r)
close