![]() |
HARIANBUMIAYU.COM. BREBES – Aksi pembegalan terhadap pedagang sayur keliling kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes. Kali ini menimpa Waryono (51), warga Dukuh Kalibodas RT 10/08, Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, yang menjadi korban perampasan saat hendak berbelanja ke Pasar Seng Bumiayu, Selasa (29/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di area Taman Kalicasari, Dukuh Kalibodas, Bandung, Bumiayu, saat korban berangkat dini hari untuk membeli stok sayuran dagangannya. Dalam perjalanan, sepeda motor yang dikendarai korban tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh pelaku hingga ia terjatuh.
Korban kemudian langsung disergap oleh pelaku. Uang tunai sebesar Rp2,1 juta yang dibawanya untuk modal belanja sayuran pun dirampas.
"Kejadiannya sangat cepat, sekitar lima menit. Saat saya naik motor, tiba-tiba ditabrak dari belakang lalu saya jatuh. Setelah itu pelaku langsung menekan kepala saya dan mengambil uang yang ada di tas,” ujar Waryono saat ditemui media di rumahnya.
Ia mengaku tidak sempat melihat wajah pelaku karena saat terjatuh, kepalanya langsung ditekan ke aspal oleh pelaku. Kondisi lokasi yang minim penerangan juga membuat korban kesulitan mengenali ciri-ciri pelaku.
"Karena gelap dan muka saya ditekan ke jalan, saya tidak bisa melihat siapa pelakunya. Beberapa menit kemudian saya ditolong oleh marbot Masjid An-Nur Dukuh Kalibodas,” ungkapnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat dari Polsek Bumiayu Polres Brebes langsung mendatangi rumah korban. Terlihat Bhabinkamtibmas Desa Bumiayu Aipda Didi Ardiansyah bersama Aiptu Bambang Tursilo dan Bripka Imam Yusmanto memberikan pendampingan serta menyarankan korban segera membuat laporan resmi.
Aipda Didi Ardiansyah mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi adanya tindak kriminal yang menimpa warga.
"Kami mendapat informasi adanya peristiwa yang menimpa Saudara Waryono. Bersama KSPK 3 dan anggota Polsek Bumiayu, kami langsung menyambangi korban dan menyarankan agar segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Bumiayu untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.
Warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Minimnya lampu penerangan jalan di lokasi kejadian dinilai menjadi salah satu faktor rawan terjadinya tindak kejahatan.
Masyarakat pun meminta perhatian dari pihak terkait agar penerangan jalan segera diperbaiki demi menciptakan rasa aman dan nyaman, khususnya bagi warga yang beraktivitas pada dini hari. Tutupnya (Rizal S)

