Air PDAM Larangan Brebes Mati Berhari-hari, Warga Tetap Dibebani Tagihan

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES. Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Baribis Unit Larangan, Kabupaten Brebes, mengeluhkan distribusi air bersih yang sering mati hingga berhari-hari. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara tagihan PDAM tetap harus dibayar penuh setiap bulan.

Keluhan datang dari sejumlah warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan. Mereka berharap ada langkah cepat dari pihak PDAM Brebes agar pasokan air kembali normal dan gangguan tidak terus berulang.

Plt Kepala Bagian Teknik PDAM Brebes, Masroni, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab gangguan distribusi air di wilayah Larangan. Ia menargetkan aliran air dapat kembali normal paling lambat Jumat siang.

“Masih kami tindak lanjuti. Insya Allah paling lambat Jumat siang sudah mengalir kembali,” ujar Masroni, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, PDAM Brebes juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi gangguan distribusi air. Salah satunya dengan pengeboran sumur baru di wilayah Tegalgandu.

Langkah itu dilakukan agar pasokan air untuk Larangan tidak lagi bergantung penuh pada sumber air Rengaspendawa.

“Dengan adanya sumur baru di Tegalgandu, distribusi air bisa lebih maksimal untuk wilayah Larangan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Brebes, Fanni Sandra Destian mengakui persoalan distribusi air juga terjadi di sejumlah unit layanan lainnya. Menurutnya, gangguan tersebut tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga berdampak pada perusahaan.

Ia memastikan pembenahan jaringan dan distribusi air terus dilakukan secara bertahap, termasuk koordinasi dengan PDAB untuk penambahan pasokan air bagi wilayah Brebes, Wanasari, hingga Larangan. Pungkasnya.***

close